Agus Jabo: Swasembada pangan dan MBG jadi fondasi kebangkitan nasional

Foto : Humas PRIMA
Foto : Humas PRIMA
Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menegaskan Indonesia tengah berada pada momentum kebangkitan nasional, ditandai dengan capaian strategis dalam setahun terakhir, mulai dari penguatan swasembada pangan, penurunan angka kemiskinan, hingga perluasan program kesejahteraan rakyat.
Menurut Agus Jabo, keberhasilan swasembada pangan menjadi fondasi utama kedaulatan bangsa karena berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Ketika pangan kita berdaulat, bangsa ini berdiri tegak. Swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tetapi soal keadilan bagi petani dan kepastian akses bagi seluruh rakyat,” kata Agus Jabo dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebutkan, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara produksi beras nasional periode Januari–November 2025 tercatat sebesar 34,76 juta ton.
Selain pangan, Agus Jabo menyoroti penurunan angka kemiskinan yang dinilai sebagai hasil kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil. Data terakhir menunjukkan tingkat kemiskinan per September 2025 turun menjadi 8,47 persen, terendah sepanjang sejarah Indonesia.
“Kebijakan sosial ekonomi pemerintah selama setahun ini memberikan dampak positif bagi rakyat,” ujarnya.
Agus Jabo juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Hingga kini, sebanyak 55 juta dari total 82,8 juta sasaran—terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—telah menerima manfaat MBG.
Per 6 Januari 2026, tercatat 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan 23.845 UMKM, koperasi, dan BUMDes serta telah menciptakan sekitar 950.000 lapangan kerja baru.
“MBG bukan sekadar program sosial, tetapi strategi membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam, Agus Jabo menekankan pentingnya kembali pada amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia menyambut langkah pemerintah dalam menindak tegas praktik tambang dan perkebunan ilegal.
Pada Oktober 2025, pemerintah berhasil memperoleh uang pengganti kerugian negara sebesar Rp23 triliun dari kasus ekspor kelapa sawit, serta menyelamatkan lebih dari Rp100 triliun potensi kerugian negara dari tambang ilegal dan penyelundupan. Negara juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan tambang dan kebun sawit ilegal.
“Pemerintah ingin memastikan sumber daya alam benar-benar digunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir orang,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Agus Jabo mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Ia menegaskan Partai PRIMA akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat dan konstitusi.
“Tidak ada kebangkitan tanpa persatuan. Tidak ada kemajuan tanpa gotong royong. Mari bersama membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat,” pungkasnya.
Suwiryo




