BBMKG minta waspadai rob di pesisir Bali pada 2-10 April 2026

Ilustrasi: Pesisir di Bali Utara, Singaraja, Bali, Kamis (2/4/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ilustrasi: Pesisir di Bali Utara, Singaraja, Bali, Kamis (2/4/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat mewaspadai potensi rob atau banjir pesisir Bali diprakirakan pada 2-10 April 2026.
“Ada fenomena fase Bulan Purnama pada 2 April berpotensi meningkatkan ketinggian air maksimum,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Kamis.
Adapun wilayah pesisir yang berpotensi terjadi rob itu yakni pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, dan pesisir selatan Kabupaten Klungkung.
Namun BBMKG Denpasar tidak memberikan detail perkiraan ketinggian air laut maksimum dari potensi banjir pesisir itu.
Cahyo menjelaskan potensi banjir pesisir itu berbeda waktu hari dan jam di tiap wilayah.
Adapun aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak, kata dia, yakni bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Cahyo mengatakan masyarakat dapat membarui informasi cuaca maritim pada laman bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg. go.id.
Selain itu, lanjut dia, informasi cuaca juga dapat diamati dari media sosial di antaranya Instagram @bmkgbali atau melalui aplikasi info BMKG.




