BBWS perbaiki tanggul Sungai Tuntang yang jebol akibatkan banjir Demak

Alat berat yang diterjunkan untuk memperbaiki tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). (ANTARA/HO. BPBD Demak.)
Alat berat yang diterjunkan untuk memperbaiki tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026). (ANTARA/HO. BPBD Demak.)
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mulai melakukan perbaikan enam lokasi tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang yang tersebar di dua desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyusul mulai menurunnya debit air sungai tersebut.
"Masing-masing lokasi tanggul jebol diterjunkan alat berat untuk percepatan perbaikan tanggul, senyampang debit airnya menurun," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Minggu.
Hal itu, kata dia, bisa diketahui dalam penanganan tanggul jebol di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, menggunakan dua unit ekskavator.
Hal yang sama dalam penanganan tanggul jebol di Dukuh Solowere, Desa Trimulyo, juga menggunakan menggunakan dua unit ekskavator. Pemandangan serupa juga terjadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, dalam penanganan tanggul jebol juga menggunakan dua unit ekskavator.
Setelah dilakukan penanganan sementara, kata dia, nantinya juga akan dilakukan perbaikan secara permanen, sehingga nantinya tidak mudah jebol kembali.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan karena faktor debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung, menyusul intensitas curah hujan tingi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.
Akibat debit air yang melampaui daya tampung, mengakibatkan tanggul Sungai Tuntang jebol di enam lokasi, serta terjadi limpasan air di beberapa lokasi pada Jumat (3/4) pagi. Lokasi tanggul jebol tersebut, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.
BPBD Demak mencatat banjir terjadi mengakibatkan 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak. Sedangkan yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa dari empat kecamatan. Kini pengungsi pulang ke rumahnya masing-masing.
Kesembilan desa tersebut, yakni Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).




