BKSDA: Jejak satwa liar di Lampung Timur dipastikan bukan harimau

Petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan dan analisis terhadap jejak satwa liar diduga milik Harimau Sumatera yang menggegerkan warga di Lampung Timur. ANTARA/HO/BKSDA wilayah Bengkulu-Lampung
Petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan dan analisis terhadap jejak satwa liar diduga milik Harimau Sumatera yang menggegerkan warga di Lampung Timur. ANTARA/HO/BKSDA wilayah Bengkulu-Lampung
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung menyatakan bahwa jejak satwa liar yang ditemukan warga di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, bukan jejak harimau sumatera.
Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama Seksi KSDA Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Irhamuddin saat dihubungi dari Lampung Selatan Minggu mengatakan, hal tersebut dipastikan setelah pihaknya melalukan pemeriksaan dan analisis terhadap jejak satwa liar yang sempat meresahkan masyarakat sekitar.
“Berdasarkan laporan masyarakat pada 9 Januari 2026 tentang adanya jejak yang diduga milik harimau, sebenarnya kami sudah melakukan analisa singkat berdasarkan foto dan video yang dikirimkan oleh warga setempat, dan kami telah mengidentifikasi semula itu adalah jejak anjing atau macan dahan serta jenis kucing lainnya,” kata dia.
Oleh karena itu dirinya menerangkan, berdasarkan hasil analisis, jejak tersebut bukanlah bekas tapak harimau (Panthera tigris) seperti yang dikhawatirkan warga karena satwa liar itu memiliki tubuh yang besar.
“Telah kami lakukan bersama-sama untuk mengidentifikasi kemudian melakukan cek TKP jadi kami menyimpulkan bahwa tanda-tanda keberadaan harimau sumatera tidak ada, yang ada hanya jejak anjing. Terakhir kami juga menemukan jejak anjing di kebun salah satu warga tidak jauh dari penemuan jejak pertama,” ujarnya.
Menurutnya, dugaan tersebut berdasarkan hasil pengukuran terhadap panjang dan lebar serta jenis tapak pada jejak yang ditemukan.
“Kalau harimau sumatera berjalan tanpa terdesak atau bahaya kuku-kuku yang ada pada jari harimau itu tidak keluar, sementara jejak yang kami temukan ini adalah nampak adanya kuku yang menusuk pada jejak yang ditemukan tersebut,” ucap dia.




