Top
Begin typing your search above and press return to search.

BMKG deteksi 310 titik panas di Riau, Bengkalis Terbanyak

310 hotspot terdeteksi di Riau, terbanyak di Bengkalis. Pemadaman dan water bombing terus dilakukan.

BMKG deteksi 310 titik panas di Riau, Bengkalis Terbanyak
X

Elshinta/ Antara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 310 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau hingga Sabtu (4/4/2026) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, mencapai 273 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P, menjelaskan bahwa selain Bengkalis, titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain, seperti Pelalawan (15 titik), Kota Dumai (9), Indragiri Hulu (3), Indragiri Hilir (2), serta masing-masing satu titik di Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.

“Data ini merupakan pembaruan terbaru hingga pagi hari,” ujar Yasir dalam keterangannya di Pekanbaru.

Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 405 titik panas, dengan Provinsi Riau sebagai wilayah dengan jumlah terbanyak. Disusul Sumatera Selatan (30 titik), Kepulauan Bangka Belitung (24), Jambi (21), Kepulauan Riau (14), serta masing-masing dua titik di Aceh dan Sumatera Utara, dan satu titik di Bengkulu serta Lampung.

Titik Api Ditemukan, Pemadaman Dipercepat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mengungkapkan bahwa dari sejumlah titik panas tersebut, beberapa telah terkonfirmasi sebagai titik api, khususnya di wilayah Bengkalis dan Pelalawan.

Di Kabupaten Pelalawan, titik api terdeteksi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Saat ini kondisi api telah memasuki tahap pendinginan, meski masih ditemukan asap di lokasi.

Sementara di Kabupaten Bengkalis, titik api ditemukan di beberapa wilayah, antara lain Desa Titi Akar (Kecamatan Rupat Utara), Desa Teluk Lancar (Kecamatan Bantan), serta Desa Sekodi dan Desa Palkun (Kecamatan Bengkalis).

“Kondisinya masih terdapat titik api dan asap tebal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal.

Upaya Penanganan Karhutla

Untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui jalur darat. Selain itu, upaya pemadaman juga diperkuat dengan water bombing dari udara.

Pihak BPBD juga mengerahkan alat berat untuk pembuatan sekat bakar dan embung guna mencegah meluasnya api. Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dilakukan untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Pemantauan titik panas akan terus dilakukan secara intensif guna mencegah kebakaran meluas dan menjaga kualitas udara tetap aman bagi masyarakat.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire