BMKG dan Kemenag pantau hilal di Pantai Botubarani

Personel Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengamati posisi hilal dengan menggunakan teropong dan layar monitor di Pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (19/3/2026). BMKG bersama Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pemantauan hilal untuk memastikan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1477 Hijriah. ANTARA/Adiwinata Solihin
Personel Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengamati posisi hilal dengan menggunakan teropong dan layar monitor di Pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (19/3/2026). BMKG bersama Kementerian Agama (Kemenag) melakukan pemantauan hilal untuk memastikan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1477 Hijriah. ANTARA/Adiwinata Solihin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo bersama Kementerian Agama Provinsi Gorontalo melakukan pemantauan hilal untuk penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Ketua Tim Pengamatan Hilal Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo Bazir di Gorontalo, Kamis mengatakan berdasarkan data pengamatan, posisi hilal pada hari ini masih berada di bawah kriteria yang telah ditetapkan. “Dari data kami, tinggi bulan tercatat 1,9 derajat dengan elongasi 5,1 derajat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil tersebut masih belum memenuhi ketentuan visibilitas hilal yang mengacu pada standar minimum, yakni tinggi bulan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan demikian, hilal berpotensi belum dapat teramati secara optimal.
Meski demikian, kondisi cuaca di lokasi pengamatan terpantau cukup mendukung. Langit di kawasan Pantai Botubarani terlihat cerah berawan, sehingga memberikan peluang bagi tim untuk melakukan pemantauan secara maksimal.
Dalam proses pengamatan, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, seperti teleskop astronomi yang dilengkapi dengan kamera serta layar monitor untuk membantu mendeteksi posisi hilal secara lebih akurat.
Kegiatan rukyatul hilal ini merupakan bagian penting dalam penentuan awal bulan Syawal yang dilakukan secara nasional. Hasil dari berbagai titik pengamatan di Indonesia nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Melalui pemantauan itu, diharapkan keputusan penetapan Hari Raya Idul Fitri dapat dilakukan secara akurat dan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia.




