BMKG ingatkan potensi hujan lebat di Maluku Utara

Kondisi cuaca ekstrem hujan sedang hingga lebat mingguan di Maluku Utara periode 16–22 Februari 2026, Senin (16/2/2026). ANTARA/Abdul Fatah
Kondisi cuaca ekstrem hujan sedang hingga lebat mingguan di Maluku Utara periode 16–22 Februari 2026, Senin (16/2/2026). ANTARA/Abdul Fatah
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengimbau waspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat mingguan di Maluku Utara periode 16–22 Februari 2026.
Petugas Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate Muhammad Dzkrie di Ternate, Senin, mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini terpantau adanya belokan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Secara umum, kata dia, kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun demikian masyarakat perlu mewaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari.
“Potensi peningkatan intensitas hujan ini perlu diantisipasi karena dapat memicu dampak turunan hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang,” ujar Sakimin.
Adapun prakiraan cuaca pada 16–17 Februari 2026 yaitu potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, serta Kabupaten Pulau Taliabu.
Kemudian pada 18–19 Februari 2026 ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, yang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu.
Begitu pula 20–22 Februari 2026, ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Pulau Taliabu.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kapasitas infrastruktur serta sistem tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap guna mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu koordinasi, sinergi, dan komunikasi antarinstansi terkait perlu diintensifkan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga diminta mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan melakukan langkah mitigasi sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta bergotong royong menata drainase dan saluran air.
BMKG mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate melalui kanal komunikasi resmi yang tersedia.




