Top
Begin typing your search above and press return to search.

BMKG pasang alat pendeteksi tsunami-navigasi kapal di Sumbar

BMKG pasang alat pendeteksi tsunami-navigasi kapal di Sumbar
X

Pemasangan alat high frequency radar di Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/HO-Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang high frequency radar sebuah alat navigasi untuk membantu penyeberangan kapal sekaligus berfungsi mengonfirmasi kehadiran gelombang tsunami di wilayah pesisir Sumatera Barat (Sumbar).

"High frequency radar ini selain untuk navigasi penyeberangan laut, juga bermanfaat untuk mengkonfirmasi kehadiran tsunami," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi saat dihubungi di Kota Padang, Senin.

Suadi menjelaskan alat tersebut dipasang di dua titik yakni di dekat Masjid Al Hakim Kota Padang dan di kawasan Taman Anas Malik Kota Pariaman. Alat ini tergolong vital karena dapat membantu menyediakan informasi terkait dengan navigasi kapal yang akan bertolak dari Kota Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selama ini, BMKG menggunakan tsunami gate seperti tight gate namun masih terkendala dari sisi konfirmasi potensi gelombang yang tiba di pantai. Dengan memasang high frequency radar, BMKG bisa memvalidasi sumber datangnya gelombang tsunami yang jauh lebih baik dari alat sebelumnya.

Sebagai gambaran, high frequency radar yang dipasang di Kota Padang mampu mendeteksi datangnya gelombang tsunami hingga jarak 140 kilometer. Sementara, sumber megathrust atau tsunami megathrust di Kabupaten Kepulauan Mentawai berkisar 200 kilometer.

"Jadi, gelombang tinggi itu bisa dipantau lebih cepat dibandingkan menggunakan tsunami gate," kata dia.

Artinya, dengan menggunakan high frequency radar pemangku kepentingan bisa melakukan tindakan antisipasi, dan penyelamatan yang lebih cepat jika terjadi tsunami.

Kedua alat tersebut saat ini belum bisa dioperasikan karena masih ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan BMKG terutama terkait dengan pengaturan frekuensi. Harapannya, Mei 2026 alat pendeteksi dini ini sudah bisa digunakan secara penuh.

Pemasangan high frequency radar di Kota Padang dilatarbelakangi adanya potensi daerah tersebut terdampak langsung tsunami megathrust. Oleh karena itu, butuh sejumlah langkah antisipasi guna mencegah dampak terburuk.

"Jadi, Kota Padang memiliki potensi ancaman megathrust yang lebih besar daripada kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat," ujar dia.

Data BMKG, terdapat sekitar 500 ribu jiwa penduduk yang bermukim di sekitar garis pantai Pulau Sumatera tersebut. Pemasangan alat pendeteksi dini gelombang tsunami sangat dibutuhkan sebagai upaya mitigasi kebencanaan.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire