Top
Begin typing your search above and press return to search.

BMKG: Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Laut Banda picu hujan lebat

BMKG: Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Laut Banda picu hujan lebat
X

Warga berlari menerobos hujan lebat di pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (25/3/2026). BMKG memprediksi terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang mendominasi di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan pada 26 Maret-1 April 2026, sehingga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dari fenomena tersebut. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan dua titik sirkulasi siklonik di perairan Indonesia yang memicu peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, Jumat.

Prakirawan BMKG, Masayu dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa titik sirkulasi tersebut diperkirakan terbentuk di Samudra Hindia bagian barat daya Banten serta di wilayah Laut Banda.

Sistem sirkulasi siklonik ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya, serta memperkuat daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Papua Barat.

Daerah konvergensi atau pertemuan massa udara tersebut terpantau memanjang dari Samudra Hindia di barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, serta dari Laut Maluku hingga Laut Banda, yang secara langsung memperluas cakupan area terdampak hujan.

BMKG memprakirakan dampak dari fenomena atmosfer ini akan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.

Selain hujan lebat, BMKG juga memberikan peringatan dini terhadap potensi hujan disertai petir yang diprakirakan melanda kota-kota besar seperti Bandung, Pangkal Pinang, Banjarmasin, dan Ambon.

Kondisi cuaca di wilayah timur Indonesia secara umum diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang, sementara untuk wilayah Makassar diprediksi mengalami fenomena asap atau kabut yang berpotensi mengurangi jarak pandang.

Seiring dengan adanya dinamika atmosfer tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi serta tetap memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal informasi resmi BMKG.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire