BPDP promosikan sawit, kelapa, kakao di Dhawafest Pesona 2026
BPDP promosikan komoditas sawit, kelapa, kakao dan UMKM binaan di Dhawafest Pesona 2026 Jakarta.

Elshinta/ Riskianto
Elshinta/ Riskianto
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam Festival Dhawafest Pesona 2026 yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan di Gedung Dhanapala, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dihadiri sekitar 5.000 pengunjung.
Dhawafest Pesona 2026 menjadi ajang promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh berbagai komoditas perkebunan unggulan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, turut mengunjungi booth BPDP. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan apresiasi kepada BPDP sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang dinilai konsisten mendorong pengembangan industri kelapa sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan.
Selain itu, BPDP juga menyerahkan katalog UMKM binaan kepada Dirjen Perbendaharaan sebagai sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha yang telah mendapatkan dukungan dan pembinaan dari BPDP.
Dalam acara tersebut, BPDP juga menerima penghargaan atas partisipasi dan dukungannya dalam pengembangan UMKM berkelanjutan. Penghargaan diserahkan oleh Ida Yulidina Purbaya, istri Menteri Keuangan Republik Indonesia, kepada Pangihutan Siagian selaku Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP.
Melalui booth edukasi yang dihadirkan, BPDP memperkenalkan berbagai informasi terkait program dan peran lembaga tersebut dalam pengembangan tiga komoditas strategis nasional, yakni kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Ketiga komoditas ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ida Purbaya yang juga merupakan pembina Dharma Wanita Kementerian Keuangan turut mengunjungi booth BPDP dan memberikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan dalam mendorong pengembangan komoditas perkebunan secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong BPDP untuk terus mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam program hilirisasi komoditas melalui UMKM binaan.
“Pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan terhadap UMKM dan pengembangan produk bernilai tambah menjadi langkah penting agar komoditas Indonesia semakin dikenal,” ujarnya saat meninjau booth BPDP.
Dalam partisipasinya di Dhawafest Pesona 2026, BPDP juga menghadirkan UMKM mitra binaan, di antaranya Nora Indonesia dan Cokelatin Signature.
Nora Indonesia menampilkan produk batik tenun dengan pewarna alami yang berasal dari komoditas perkebunan seperti kakao dan kelapa. Produk tersebut dinilai ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai budaya yang tinggi.
Sementara itu, Cokelatin Signature menghadirkan produk cokelat berkualitas yang dihasilkan melalui proses fermentasi biji kakao sehingga menghasilkan cita rasa khas dan bernilai tambah tinggi.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan Dhawafest Pesona menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai produk turunan komoditas perkebunan kepada masyarakat luas.
“Dhawafest Pesona selalu diramaikan UMKM dari berbagai daerah. Ini menjadi kesempatan bagi BPDP untuk mengenalkan sekaligus mempromosikan produk turunan dari kelapa sawit, kelapa, dan kakao,” ujar Helmi.
Melalui partisipasi dalam Dhawafest Pesona 2026, BPDP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan komoditas perkebunan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran UMKM dalam menghasilkan produk bernilai tambah dari komoditas sawit, kelapa, dan kakao.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk terus berkembang dan naik kelas serta berkontribusi dalam mendukung visi Indonesia Emas di masa depan. (Riskianto)




