BPJPH apresiasi Lotte Mart terapkan sertifikasi halal
BPJPH nilai Lotte Mart patuh aturan halal, jadi contoh ritel asing di Indonesia

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, mengapresiasi Lotte Mart sebagai supermarket asal Korea Selatan yang dinilai berhasil menerapkan sistem jaminan produk halal dengan baik di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan saat BPJPH melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lotte Mart yang berlokasi di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.
“Produk dari investasi asing justru lebih peduli dan patuh terhadap aturan. Lotte Mart adalah salah satu yang paling baik,” ujar Haikal.
Ia menjelaskan, sidak tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin BPJPH dalam memastikan implementasi regulasi halal di lapangan.
“Ini adalah rutinitas kami untuk melakukan pengecekan ke pasar. Kali ini kami mengunjungi Lotte Mart di Gandaria City,” jelasnya.
Menurut Haikal, Lotte Mart telah mengantongi sertifikasi halal tingkat toko sejak tahun lalu. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkala.
“Setelah mendapatkan sertifikat halal bukan berarti selesai. Kami tetap melakukan kunjungan sebagai bentuk pengawasan,” tambahnya.
Dalam sidak tersebut, BPJPH juga menemukan bahwa produk nonhalal tetap tersedia, namun telah dipisahkan secara jelas dari produk halal sesuai ketentuan.
“Produk nonhalal tetap boleh dijual, tetapi harus diberi label dan dipisahkan dari produk halal. Ini sudah diterapkan dengan baik di sini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Haikal mengingatkan pelaku usaha ritel untuk segera memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum tenggat Oktober 2026, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Kami mengimbau seluruh retailer untuk segera mengurus sertifikasi halal. Kami juga membuka ruang solusi agar tidak memberatkan pelaku usaha,” tegasnya.
Ia menambahkan, kewajiban halal tidak hanya berlaku pada produk, tetapi juga mencakup seluruh rantai distribusi, mulai dari sumber bahan, proses penyimpanan, hingga pengiriman.
“Semua proses harus sesuai ketentuan,” ujarnya.
BPJPH juga mengingatkan adanya sanksi bagi pelaku usaha yang tidak patuh, mulai dari peringatan hingga denda. Namun, menurut Haikal, dampak terbesar adalah hilangnya kepercayaan konsumen.
“Jika tidak patuh, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Itu adalah sanksi terbesar,” katanya.
Sementara itu, pihak Lotte Mart menyatakan bahwa sertifikasi halal memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis.
“Respons pelanggan menjadi semakin baik, bahkan melebihi ekspektasi. Jumlah pengunjung juga meningkat,” ungkap perwakilan Lotte Mart.
Ia menambahkan bahwa perusahaan juga terus menjaga standar halal melalui pelatihan karyawan, termasuk pelatihan chef di luar negeri, dengan memastikan seluruh bahan yang digunakan di Indonesia tetap halal.
Dengan penerapan sistem yang konsisten, Lotte Mart dinilai dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha ritel lainnya dalam memenuhi standar halal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.




