Top
Begin typing your search above and press return to search.

BPS catat 96 kelurahan di Jakarta Selatan terdampak banjir

BPS catat 96 kelurahan di Jakarta Selatan terdampak banjir
X

Suasana banjir di kawasan Jalan Pondok Karya Komplek RW 04, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 96 kelurahan di wilayahnya terdampak banjir sejak 2024.

"Kami mencatat sebanyak 96 desa/kelurahan di Jakarta Selatan terdampak bencana banjir," kata Kepala BPS Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Potensi Desa (Podes), kecamatan dengan jumlah kelurahan terdampak banjir terbanyak antara lain Pasar Minggu, Kebayoran Lama, dan Mampang Prapatan. Selain itu, wilayah Jagakarsa dan Pancoran juga menyusul sejumlah kejadian banjir.

Jumlah kelurahan terdampak banjir pada 2024 tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan intensitas hujan tinggi serta kondisi drainase di sejumlah wilayah.

"Data bencana alam ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan wilayah perkotaan," ucapnya.

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tercatat tren frekuensi tertinggi kejadian banjir atau genangan air di Jakarta dalam lima tahun terakhir, 2020-2025, terjadi pada Januari, Februari, Mei, Juni, dan Desember.

Kejadian banjir selama lima tahun terakhir ada sekitar 498 kejadian dengan perkembangan yang fluktuatif. Frekuensi tertinggi genangan atau banjir terjadi di bulan Januari (63 kali), Februari (63 kali), Mei (63 kali), Juni (63 kali), dan Desember (64 kali).

Sementara yang terendah, kata dia, yakni Agustus (35 kali), September (30 kali), serta Juli dan Oktober (43 kali).

Pada 2025, BPBD DKI mencatat terjadi 219 kejadian banjir di Jakarta. Berdasarkan wilayah, banjir paling sering terjadi di Jakarta Utara (73 kali), kemudian diikuti Jakarta Selatan (46 kali), Jakarta Barat (45 kali), Jakarta Timur (41 kali), Jakarta Pusat (tujuh kali), dan Kepulauan Seribu (tujuh kali).

Sementara itu, terkait kejadian banjir pada Januari 2026, wilayah dengan frekuensi tertinggi, yaitu Jakarta Timur sebanyak delapan kejadian. Kemudian, diikuti Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang masing-masing mengalami tujuh kejadian banjir.

Lalu, Jakarta Pusat sebanyak empat kejadian, dan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah, yakni satu kejadian banjir.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire