BPSPL: Bangkai paus di Pantai Kolaka segera ditarik ke laut lepas

Foto udara sejumlah warga mendekati bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (3/3/2026). Paus sperma dengan panjang sekitar 10 meter yang ditemukan terdampar pada Selasa (3/3) pukul 08.00 Wita tersebut dalam kondisi mati dan hingga saat ini belum dievakusi karena terhalang air pasang laut. ANTARA/Andry Denisah
Foto udara sejumlah warga mendekati bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di pesisir Desa Totobo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (3/3/2026). Paus sperma dengan panjang sekitar 10 meter yang ditemukan terdampar pada Selasa (3/3) pukul 08.00 Wita tersebut dalam kondisi mati dan hingga saat ini belum dievakusi karena terhalang air pasang laut. ANTARA/Andry Denisah
Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah Kerja Sulawesi Tenggara (Sultra) segera melakukan evakuasi terhadap bangkai paus sperma yang terdampar di Pantai Desa Totobo, Kabupaten Kolaka dengan cara ditarik ke laut lepas.
Penanggung Jawab BPSPL Wilayah Kerja Sultra Jufri dihubungi di Kendari, Rabu, menyampaikan bahwa langkah penarikan ke tengah laut diambil untuk meminimalisasi dampak pencemaran udara di sekitar pemukiman warga.
"Rencananya bangkai paus tersebut akan ditarik ke tengah laut. Nanti di sana akan diikat menggunakan jangkar di area gusung yang dangkal agar tidak hanyut kembali ke daratan," kata dia.
Ia menjelaskan proses evakuasi saat ini masih menunggu ketersediaan armada kapal dengan kapasitas mesin besar.
Mengingat bobot mamalia laut tersebut besar, katanya, evakuasi tidak memungkinkan untuk dilakukan secara manual.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk pengadaan kapal penarik. Jika armada telah tersedia, bangkai paus akan segera dipindahkan agar proses penguraian secara alami terjadi di laut lepas.
"Sudah dua hari bangkai paus ini berada di pantai. Seiring bertambahnya waktu, aroma busuk pasti mulai tercium. Evakuasi ke tengah laut adalah satu-satunya solusi untuk mengurangi bau yang sampai ke pemukiman," ujarnya.
Pihaknya tidak memiliki langkah mitigasi khusus untuk meredam bau selama bangkai masih berada di bibir pantai, sehingga percepatan evakuasi menjadi prioritas utama tim di lapangan.
Hingga kini, pihak berwenang terus memantau kondisi di Pantai Totobo sembari memastikan kesiapan teknis penarikan agar tidak menimbulkan kendala baru saat proses evakuasi berlangsung.




