Bupati Bandung siapkan empat langkah atasi banjir bandang Solokanjeruk

Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna saat mengunjungi lokasi terdampak Banjir Bandang di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. ANTARA/HO-Pemkab Bandung.
Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna saat mengunjungi lokasi terdampak Banjir Bandang di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. ANTARA/HO-Pemkab Bandung.
Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan empat langkah strategis untuk menanggulangi banjir bandang di Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk.
“Kalau tidak ada langkah-langkah strategis, saya yakin banjir bandang akan terus terjadi dan rumah warga tetap terdampak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.
Dadang menyebutkan banjir yang terjadi pada Kamis (12/3) tersebut telah merusak sebanyak empat rumah dan berdampak pada 47 Kepala Keluarga akibat luapan Sungai Cisanggalah.
Banjir tersebut sendiri terjadi akibat tanggul sepanjang empat meter dan tinggi satu meter yang jebol, serta pendangkalan aliran Sungai Cisunggalah sehingga luapan air menyerang permukiman padat penduduk.
Pada kesempatan tersebut, ia menyebut langkah pertama yang akan dilakukan adalah normalisasi Sungai Cisunggalah secara manual pasca-Lebaran untuk menurunkan sedimentasi.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah meminta instansi terkait untuk saling berkoordinasi agar masalah tersebut cepat teratasi.
"Pak Kadis PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum sudah saya instruksikan untuk segera koordinasi,” katanya.
Adapun langkah kedua adalah penataan lebar aliran sungai menjadi delapan meter berdasarkan kesepakatan Musyawarah Desa, agar debit air dapat tertampung dengan baik.
Sementara itu, langkah ketiga dan keempat yang akan dilakukan adalah melibatkan program pentahelix dengan masyarakat dan peninggian jembatan di atas Sungai Cisunggalah.
"Dengan begitu, penanganan lebih cepat dan permukiman warga lebih aman dari banjir,” tambahnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kesadaran warga dan koordinasi tokoh masyarakat agar normalisasi sungai berjalan efektif.
Semua langkah strategis ini bertujuan untuk meminimalisir risiko banjir bandang dan memastikan bantuan bagi warga terdampak segera tersalurkan.
Pelaksanaan program tersebut direncanakan akan melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bandung dan BBWS Citarum untuk memastikan penanganan pasca-banjir dilakukan secara terpadu.




