Daop 7 lakukan pelatihan SDM PPKA tingkatkan kompetensi jelang Lebaran

Para petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) melakukan praktik dan simulasi pengaturan perjalanan kereta api dalam kegiatan Diklat Refreshing Angkatan I Tahun 2026 guna memperkuat kompetensi dan komitmen keselamatan perjalanan KA, utamanya menghadapi angkutan Lebaran 2026. ANTARA/HO-Humas Daop 7 Madiun
Para petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) melakukan praktik dan simulasi pengaturan perjalanan kereta api dalam kegiatan Diklat Refreshing Angkatan I Tahun 2026 guna memperkuat kompetensi dan komitmen keselamatan perjalanan KA, utamanya menghadapi angkutan Lebaran 2026. ANTARA/HO-Humas Daop 7 Madiun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur melakukan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Refreshing untuk petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) guna memperkuat komitmen keselamatan perjalanan KA jelang angkutan Lebaran 2026.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Rabu mengatakan kegiatan Diklat Refreshing Angkatan I Tahun 2026 tersebut, merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan setiap petugas operasional, khususnya PPKA, memiliki kompetensi yang terus terbaru dalam menjalankan tugasnya.
"PPKA memiliki peran yang sangat vital dalam pengaturan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, melalui kegiatan refreshing ini diharapkan para petugas semakin memahami ketentuan operasional serta mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api," ujar Tohari.
Adapun diklat diikuti oleh Asisten Manajer Perjalanan Kereta Api (Asmen Perka) Adi, Tim Safety Inspector Kantor Pusat Yudi, Kapusdal Andi Febri, serta para peserta yang merupakan petugas pengatur perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun.
Sebagai bagian dari penguatan pemahaman teknis, kegiatan tersebut juga diisi dengan praktik dan simulasi pengaturan perjalanan kereta api, yang dilaksanakan di wesel nomor 73 serta ruang PPKA Daop 7 Madiun.
Lebih lanjut, Tohari menjelaskan kegiatan itu juga menjadi bagian dari langkah kesiapan operasional Daop 7 Madiun dalam menghadapi masa angkutan Lebaran 2026. Dengan meningkatnya frekuensi perjalanan dan volume penumpang pada periode tersebut, kesiapan SDM operasional menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kecakapan dan pengetahuan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan benar, serta selalu bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan 5 Kunci Keselamatan yang menjadi prinsip utama dalam operasional perkeretaapian.
"KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi insan perkeretaapian agar tercipta operasional kereta api yang selamat, aman, dan andal bagi seluruh pelanggan," kata Tohari.




