Top
Begin typing your search above and press return to search.

Empat daerah di Sumsel ditetapkan KLB campak

Empat daerah di Sumsel ditetapkan KLB campak
X

Ilustrasi campak. ANTARA/freepik.com

Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah di Sumatera Selatan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak, dengan dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Ira Primadesa di Palembang, Senin, mengatakan empat daerah tersebut yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

“Di Sumsel, ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak,” katanya.

Ia menjelaskan, dua daerah yang masuk kategori KLB campak dengan konfirmasi laboratorium adalah Palembang dan Prabumulih.

Kota Palembang, tercatat sebanyak 578 kasus suspek dengan 90 kasus positif. Kasus positif ditemukan pada Januari dan Februari 2026, sedangkan pada Maret tidak ditemukan kasus positif meskipun terdapat 196 kasus suspek.

“Pada Januari terdapat 60 kasus positif dari 127 suspek, Februari 30 kasus positif dari 255 suspek, dan Maret 196 suspek tanpa kasus positif,” jelasnya.

Kemudian, Prabumulih tercatat 76 kasus suspek dengan 16 kasus positif. Rinciannya, Januari terdapat 33 suspek dengan 16 positif, sedangkan Februari dan Maret masing-masing 26 dan 17 suspek tanpa kasus positif.

Selain itu, KLB suspek campak juga ditetapkan di Banyuasin dan Musi Rawas Utara. Di Banyuasin tercatat 15 kasus suspek dengan lima positif, sedangkan di Muratara terdapat 66 suspek dengan delapan kasus positif.

Peningkatan cakupan imunisasi menjadi langkah penting dalam mengendalikan penyebaran campak di wilayah tersebut.

“Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta pelaksanaan imunisasi massal di daerah KLB,” ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, baik di wilayah yang telah ditetapkan KLB maupun daerah lain, untuk memperkuat imunisasi rutin dan imunisasi kejar.

Secara keseluruhan, jumlah kasus campak di Sumatera Selatan hingga 30 Maret 2026 mencapai 1.243 kasus suspek dengan 184 kasus positif.

Pada Januari tercatat 381 suspek dengan 151 positif, Februari 530 suspek dengan 33 positif, dan Maret 332 suspek tanpa kasus positif.

Tren kasus tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan serta upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di Sumsel, kata Ira.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire