Top
Begin typing your search above and press return to search.

Forum Jurnalis luruskan isu MBG TV, bukan program resmi

Ketum F-Jupnas Gizi Indonesia menegaskan MBG TV bukan stasiun televisi pemerintah dan tidak menggunakan dana negara

Forum Jurnalis luruskan isu MBG TV, bukan program resmi
X

Ketua Umum Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika. Foto : Istimewa

Polemik mengenai MBG TV mencuat pada akhir Februari 2026 setelah beredar informasi di media sosial tentang adanya saluran televisi khusus untuk mensosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim tayang di 13 provinsi. Isu tersebut menjadi perhatian publik karena dikaitkan dengan program prioritas pemerintah dan dugaan penggunaan dana negara.

Ketua Umum Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, menegaskan bahwa MBG TV bukanlah stasiun televisi, melainkan program konten edukasi yang diinisiasi komunitas jurnalis secara mandiri.

“MBG TV bukan bagian dari program pemerintah. Ini adalah inisiatif forum jurnalis untuk merapikan dan menayangkan ulang materi edukasi terkait tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya telah diproduksi dan dipublikasikan oleh BGN,” ujar Rival saat wawancara di Radio Elshinta Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, gagasan tersebut lahir dari diskusi internal forum yang menilai banyak video edukasi mengenai teknis pendirian SPPG, tata kelola operasional, hingga pengelolaan keuangan tersebar tanpa pengemasan terstruktur. Materi-materi itu kemudian dirangkai ulang menjadi satu paket program agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Menurut Rival, seluruh pelaksanaan dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan APBN maupun anggaran BGN.

“Tidak ada pembiayaan besar, tidak ada proyek. Ini murni kontribusi jurnalis untuk edukasi publik,” katanya.

Terkait klaim penayangan di 13 provinsi, Rival menjelaskan bahwa MBG TV disiarkan melalui platform digital dan streaming, kemudian dibagikan kepada sejumlah stasiun televisi yang tergabung dalam forum. Penayangannya bersifat nonkomersial dengan memanfaatkan slot kosong masing-masing media, tanpa kontrak atau kewajiban waktu tayang tertentu.

Ia juga menanggapi kecurigaan publik terkait penggunaan nama “MBG”. Dalam konteks program tersebut, kata dia, istilah MBG tidak semata dimaknai sebagai Makan Bergizi Gratis, tetapi juga sebagai akronim nilai gerakan jurnalistik: Mengawal, Mengedukasi, dan Menginvestigasi.

“Semangatnya adalah memperkuat literasi gizi, ketahanan pangan, serta validasi informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Rival mengakui polemik muncul karena tingginya sensitivitas publik terhadap Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai perhatian publik merupakan hal wajar, namun berharap tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.

Atas kegaduhan yang terjadi, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pimpinan BGN. Forum jurnalis, kata dia, tidak memiliki niat menimbulkan polemik maupun membebani institusi negara.

Ke depan, pihaknya membuka kemungkinan melakukan evaluasi, termasuk mengganti nama atau format program agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Jika memang dianggap merugikan, kami siap menghentikan atau mengubah format. Namun semangat edukasi publik akan tetap kami jalankan,” kata Rival.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan tidak mengetahui serta tidak memiliki keterkaitan struktural maupun pendanaan dengan MBG TV. BGN menegaskan program tersebut bukan bagian dari agenda resmi lembaga.

Menanggapi hal itu, Rival memastikan BGN tidak bertanggung jawab atas keberadaan maupun aktivitas MBG TV. Ia menyebut Wakil Kepala Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik Sudaryati Deyang, telah menyatakan lembaganya tidak pernah memberikan izin, dukungan pendanaan, maupun kerja sama resmi terkait program tersebut.

Ayesha Julia Putri/Mgg

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire