Garuda Indonesia persiapkan 15 armada angkutan Haji 2026

Suasana penandatanganan kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Garuda Indonesia untuk transportasi jamaah haji reguler, di Jakarta, Rabu (17/12/2025). ANTARA/HO- Garuda Indonesia
Suasana penandatanganan kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Garuda Indonesia untuk transportasi jamaah haji reguler, di Jakarta, Rabu (17/12/2025). ANTARA/HO- Garuda Indonesia
Maskapai Garuda Indonesia dalam musim haji tahun ini menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk menerbangkan 102.502 calon jamaah haji (calhaj) secara bertahap sesuai jadwal penerbangan yang ditetapkan bersama Pemerintah Indonesia.
"Sebanyak 102.502 calhaj Indonesia ini berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter)," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan saat dihubungi dari Samarinda, Rabu.
Ia menyebut 10 embarkasi tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Asrama Haji Banten) dan sebagian Jakarta (Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Keberangkatan calhaj Indonesia menuju Tanah Suci, lanjut Glenny, direncanakan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 22 April - 6 Mei 2026, dilanjutkan keberangkatan menuju Jeddah pada 7 - 21 Mei 2026.
Sedangkan fase kepulangan mereka akan dilaksanakan pada 1 - 30 Juni 2026 dengan keberangkatan dari Jeddah pada 1 - 15 Juni 2026 dan dari Madinah pada 16 - 30 Juni 2026.
Penyiapan 15 armada berbadan lebar dan pengaturan jadwal dilakukan, lanjut dia, karena pada 17 Desember 2025 telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji periode 1447 - 1449 Hijriah (2026 - 2028).
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Glenny dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan yang disaksikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak.
"Melalui kesepakatan kerja sama yang ditandatangani lebih awal ini, maka kesiapan operasional penerbangan haji dapat turut menyelaraskan misi Pemerintah Indonesia secara berkelanjutan, yakni mendukung kemudahan perjalanan masyarakat Muslim dalam menunaikan ibadah haji," katanya.
Glenny menyebut penandatanganan kerja sama itu mencerminkan kesiapan pihaknya dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji secara optimal, sekaligus menjadi wujud berkelanjutan atas kepercayaan yang diberikan untuk melayani perjalanan ibadah haji dari Indonesia.
"Berbagai upaya penyelarasan layanan terus kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan dari dan menuju Tanah Suci, termasuk keamanan dan kenyamanan bagi jamaah lanjut usia yang menjadi prioritas kami," ucap Glenny.




