Top
Begin typing your search above and press return to search.

Gubernur kecam aksi pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya

Gubernur kecam aksi pengeroyokan warga Aceh di Polda Metro Jaya
X

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem (ANTARA/Rahmat Fajri)

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengecam keras pengeroyokan terhadap salah seorang warga Kota Langsa, Aceh yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis (26/3) pekan lalu.

"Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini,” kata Mualem dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Mualem usai mengunjungi korban bernama Faisal Amsco yang sedang menjalani pemulihan di kediamannya, di Jakarta Selatan, Senin malam (30/3).

Sebelumnya, insiden pengeroyokan terhadap Faisal terjadi pada Kamis, (26/3) di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya. Korban saat itu tengah menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.

Mualem mengaku kecewa, karena insiden tersebut terjadi di dalam kantor kepolisian yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat.

Ia menilai, pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran itu sangat mencederai rasa keadilan, terlebih insidennya berlangsung di institusi penegak hukum.

“Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan,” ujarnya.

Dirinya meminta Kapolri memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, siapapun yang terlibat, termasuk aktor intelektual maupun oknum aparat jika terbukti.

“Kami mengharapkan kepada Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Menindak tegas para pelaku dan tokoh intelektual serta oknum aparat yang turut terlibat,” katanya.

Selain itu, Mualem juga mengingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak serius berpotensi menurunkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, ia juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal serta menjamin keamanan para saksi selama proses hukum berlangsung.

“Kami juga meminta agar tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan apabila tidak dituntaskan,” demikian Mualem.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire