Top
Begin typing your search above and press return to search.

Gubernur Pramono tinjau lomba dekorasi Imlek di perkantoran SCBD

Gubernur DKI bersama Wagub Rano Karno dorong beautifikasi kawasan perkantoran sekaligus perkuat toleransi lewat akulturasi budaya Imlek di Jakarta

Gubernur Pramono tinjau lomba dekorasi Imlek di perkantoran SCBD
X

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Imlek Jakarta 2026 dan dilanjutkan kunjungan persiapan dekorasi Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kawasan SCBD, Jumat (13/2/2026). Foto : Radio Elshinta Bayu Istiqlal


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno, meninjau langsung kawasan perkantoran SCBD dalam rangka lomba dekorasi Hari Raya Imlek 2026, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI mempercantik estetika kota sekaligus merawat keberagaman budaya.

Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dan area perkantoran SCBD, Jakarta Selatan. Sejumlah gedung tampak dihias ornamen khas Imlek dengan dominasi warna merah dan elemen dekoratif bernuansa Tahun Naga Api.



Pramono mengatakan lomba dekorasi ini bukan sekadar memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi simbol harmoni Jakarta sebagai kota multikultural.

Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan kegiatan tersebut melibatkan para pengelola gedung di berbagai kawasan strategis ibu kota.

“Ini kita melibatkan seluruh pengelola gedung yang ingin ikut lomba dekorasi Imlek. Seperti hari ini di sekitar SCBD ini membuat Jakarta menjadi melting pot dari harmoni dalam keberagaman,” ujar Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel, kepada wartawan usai peninjauan.

Menurutnya, lomba ini bertujuan meningkatkan beautifikasi dan estetika pedestrian, sekaligus memperkuat toleransi melalui akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang selama ini hidup berdampingan harmonis di Jakarta.

“Lomba ini bertujuan meningkatkan beautifikasi dan estetika pedestrian, memperkuat toleransi melalui akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang enggak bisa dipisah,” katanya.

Rano menjelaskan, masa pemasangan dekorasi dan pelaksanaan lomba berlangsung mulai 19 Januari hingga 17 Februari 2026. Adapun penilaian dilakukan pada 12 dan 17 Februari 2026.

Ia menambahkan, masyarakat dapat menikmati suasana estetik di kawasan SCBD dan titik lainnya selama periode tersebut. Pemprov berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi kreativitas, tetapi juga mempertegas identitas Jakarta sebagai kota terbuka yang menghargai seluruh akar budaya warganya.

“Harapannya ini bukan sekadar lomba, tetapi simbol bahwa Jakarta kota yang menghargai keberagaman,” tandasnya.



Rizki Suwito

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire