HUT ke-26 Elshinta, Ketua Dewan Pers tegaskan media arus utama tetap jadi rujukan publik
Di tengah banjir hoaks dan disinformasi digital, Dewan Pers menyerukan penguatan ekosistem pers melalui komitmen etika, literasi publik, dan dukungan negara
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa media arus utama, termasuk radio berita seperti Radio Elshinta, tetap memegang peran strategis sebagai rujukan informasi publik di tengah derasnya hoaks, disinformasi, dan konten artifisial di media sosial.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi tamu spesial dalam peringatan HUT ke-26 Radio Elshinta News and Talk yang dipandu Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji, dikutip Sabtu (14/2/2026) di studio podcast Menara Indomobil, Jalan MT Haryono, Jakarta.
Menurut Prof. Komaruddin, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang sehat bersifat mendasar, layaknya udara dan makanan sehari-hari. Ia menyoroti perubahan perilaku publik dalam mengakses informasi.
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat menjadi tamu spesial HUT ke-26 Radio Elshinta News and Talk bersama Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji di studio podcast Elshinta Menara Indomobil Jalan MT Haryono Jakarta
“Setiap bangun tidur, orang sekarang bukan cari makan dulu, tetapi membuka ponsel. Persoalannya muncul ketika informasi yang dikonsumsi itu tidak sehat,” ujarnya.
Ia menilai pers konvensional dibangun di atas prinsip selektivitas, tanggung jawab, dan objektivitas, yang menjadi fondasi kepercayaan publik sejak awal. Meski kini menghadapi tekanan ekonomi dan gempuran konten sensasional di media sosial, media arus utama tidak boleh kehilangan daya kritisnya.
“Radio seperti Elshinta penting karena memberi ruang diskusi, kritik, dan benturan gagasan yang sehat. Media tanpa kritik justru tidak menarik dan berbahaya bagi demokrasi,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong penguatan ekosistem pers melalui konsistensi pada etika jurnalistik, peningkatan literasi publik, serta dukungan negara agar media berkualitas tetap hidup dan mampu menjadi penjernih informasi di era digital.
Simak perbincangan selengkapnya hanya di Radio Elshinta dan seluruh platform media digital Elshinta. (Nak)




