Top
Begin typing your search above and press return to search.

HUT ke-26 Elshinta, Wamenkraf: AI dan digital kunci Ekraf tembus 8% PDB

Pemerintah dorong digitalisasi, AI, dan kolaborasi hexahelix menuju target 8% pada 2029

HUT ke-26 Elshinta, Wamenkraf: AI dan digital kunci Ekraf tembus 8% PDB
X

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar (tengah) menjadi tamu spesial HUT ke-26 Radio Elshinta bersama Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji (kiri) dan Wakil Pemimpin Redaksi DS. Krisanti (kanan) di studio podcast Elshinta Menara Indomobil Jalan MT Haryono Jakarta.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menargetkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) menyumbang 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029. Saat ini, kontribusinya telah mencapai sekitar 6 persen dengan penyerapan lebih dari 20 juta tenaga kerja.

Dalam wawancara podcast HUT ke-26 Radio Elshinta News and Talk, dipandu DS Krisanti, Wakil Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Network, Irene Umar memaparkan capaian ekraf serta strategi memanfaatkan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.

“Target akhir periode 2029, kontribusi ekonomi kreatif mencapai 8 persen terhadap GDP. Sekarang kita sudah di sekitar 6 persen dan harus terus naik,” ujar Irene Umar di studio podcast Menara Indomobil Jalan MT Haryono Jakarta.

Menurutnya, Indonesia semakin diakui secara global sebagai pemain penting industri kreatif, termasuk melalui penyelenggaraan forum ekonomi kreatif tingkat dunia yang diprakarsai Indonesia.

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, Irene menyebut tiga sektor terbesar saat ini adalah fashion, kriya, dan kuliner. Namun, pertumbuhan paling pesat dan potensial justru datang dari sektor digital.

“Kalau bicara growth dan potensi, menurut saya yang paling besar adalah digital. Di dalamnya ada film, animasi, game, dan berbagai produk berbasis teknologi,” katanya. Ia menilai kehadiran kecerdasan buatan atau AI menjadi peluang sekaligus tantangan.

“AI itu seperti internet dulu. Awalnya penuh pro dan kontra, tapi pada akhirnya tidak bisa dihentikan. Kalau digunakan dengan tepat, AI bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas karya,” tegasnya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menjadi nara sumber spesial HUT ke-26 Radio News and Talk dipandu Wakil Pemimpin Redaksi DS Krisanti

Irene mengingatkan, kunci utama bukan pada teknologinya, melainkan pada manusia yang menggunakannya. “Masalahnya bukan di AI-nya, tapi di manusianya. Dipakai untuk produktif atau tidak, itu pilihan kita.”

Irene mengakui talenta kreatif Indonesia sangat kuat dalam menciptakan karya inovatif. Namun, kelemahan terbesar ada pada sisi komersialisasi.

“Kita jago banget bikin karya luar biasa. Tapi kita kekurangan salesmanship. Ini peluang kolaborasi bagi yang jago jualan,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong kolaborasi model hexahelix, menghubungkan pemerintah, bisnis, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan.

Ia mencontohkan langkah konkret matchmaking antara musisi pendatang baru dengan sektor perhotelan dan kafe.

“Demand ada, supply ada. Tapi mereka tidak ngobrol dalam frekuensi yang sama. Tugas kita menjembatani,” katanya.

Selain mempertemukan pelaku usaha, kementerian juga melakukan pendampingan agar kreator memahami strategi membangun komunitas dan memanfaatkan platform digital.

“Sebagai pejuang ekraf, bukan hanya berkarya. Kita harus tahu bagaimana membangun komunitas supaya value kita naik.”

Harmoni Imlek Nusantara 2026

Selain isu ekonomi kreatif dan AI, Irene Umar juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026. Tahun ini, perayaan mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, karena untuk pertama kalinya Imlek dan Ramadan berada dalam bulan yang sama.

“Bayangkan buka puasa dalam suasana Imlek. Ini hanya ada di Indonesia. Tema kita Harmoni Imlek Nusantara,” ujarnya.

Puncak acara akan digelar pada 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, menjelang Cap Go Meh pada 3 Maret. Rangkaian kegiatan dimulai 22 Februari dengan bazar, pertunjukan budaya, hingga kolaborasi kuliner unik seperti “ketupat cap gomeh”.

“Kita ingin menunjukkan Indonesia adalah negara paling inklusif. Bukan hanya bicara harmoni, tapi menghadirkan experience-nya langsung,” kata Irene.

Perayaan juga digelar di berbagai kota seperti Solo, Semarang, Surabaya, dan Medan, dengan konsep promosi bersama sebagai festival nasional.

Irene berpesan agar anak muda tidak membatasi diri di era digital dan AI.

“Kalian digital native, bahkan AI native. Jangan kehilangan autentisitas. Future market itu tentang authenticity,” ujarnya.

Ia mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk hal produktif tanpa kehilangan jati diri.

“Jangan mencoba jadi orang lain. Jadilah diri sendiri dan sampaikan pesan kalian lewat platform yang ada.”

Dengan kombinasi penguatan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, serta adaptasi terhadap AI dan digitalisasi, pemerintah optimistis ekonomi kreatif akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional menuju 2029. (Nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire