ICPI dorong strategi antisipatif hadapi gangguan transportasi

Arsip foto - Calon penumpang pesawat melihat informasi jadwal keberangkatan di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/6/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Arsip foto - Calon penumpang pesawat melihat informasi jadwal keberangkatan di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/6/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari menekankan perlunya strategi antisipatif bagi sektor pariwisata menghadapi gangguan transportasi massal, terutama kondisi luar biasa atau force majeure.
“Dampak gangguan bisa ditekan jika pihak akomodasi memberikan kompensasi kepada pengunjung atas pembatalan atau keterlambatan tiba di fasilitas yang sudah dipesan. Misalnya tetap berlaku atau hanya dipotong sebagian,” kata Azril dikutip dari ANTARA.
Azril menambahkan, pelaku industri pariwisata dan pemerintah perlu menyiapkan manajemen risiko khusus menghadapi kejadian luar perkiraan. Strategi ini penting karena gangguan iklim dan krisis energi diprediksi akan meningkat di masa depan.
Rekomendasi ini berlaku untuk seluruh subsektor pariwisata, termasuk hotel, destinasi wisata, dan perjalanan bisnis. Gangguan transportasi massal bisa menimbulkan kerugian finansial, mengganggu agenda wisatawan, dan memicu permintaan pengembalian dana paket tur atau perjalanan dinas.
Azril juga menekankan koordinasi antara pemerintah, asosiasi pariwisata, dan pihak transportasi harus diperkuat. Antisipasi dini dan penyesuaian prosedur operasional dapat meminimalkan dampak terhadap pengunjung dan menjaga reputasi sektor pariwisata.
Laporan media perjalanan Travel and Tour World menyebut terjadi 4.284 keterlambatan dan 95 pembatalan penerbangan di sejumlah bandara internasional Asia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Namun, pihak pengelola bandara menegaskan data operasional resmi menunjukkan tidak ada gangguan signifikan.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan seluruh layanan tetap berjalan sesuai prosedur, dengan koordinasi intensif bersama maskapai dan pelayanan penumpang tetap dijaga.
“Dalam hal terjadi keterlambatan yang disebabkan faktor cuaca, teknis operasional, atau hal lain di luar manajemen maskapai, kami menerapkan delay management sesuai standar operasional. Layanan seperti snack dan air minum tetap diberikan kepada penumpang terdampak,” kata Yudistiawan ketika dihubungi oleh ANTARA, Senin.
Pihak Bandara Soekarno-Hatta mengimbau masyarakat dan media untuk merujuk pada data resmi terkait operasional penerbangan dan tidak semata mengacu pada laporan yang belum tervalidasi. Informasi resmi dapat diperoleh melalui call center Bandara 172 atau media komunikasi resmi bandara.




