Jelang lebaran, Rumah Rakit Limas A3 di 10 Ulu Palembang jadi destinasi kuliner favorit

Rumah Rakit Limas A3 di 10 Ulu Palembang jadi destinasi kuliner favorit warga terutama jelang lebaran. Foto : Dokumentasi Radio Elshinta
Rumah Rakit Limas A3 di 10 Ulu Palembang jadi destinasi kuliner favorit warga terutama jelang lebaran. Foto : Dokumentasi Radio Elshinta
Menjelang libur hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah warga di Kota Palembang mulai berburu lokasi wisata untuk berkumpul bersama keluarga di dalam kota. Salah satu lokasi yang menjadi pilihan adalah Rumah Rakit Limas A3 yang berada di kawasan 10 Ulu, tepian Sungai Musi, Kota Palembang.
Rumah Rakit Limas A3 merupakan destinasi wisata sungai yang memadukan konsep rumah rakit tradisional khas Palembang dengan sentuhan modern. Tempat ini dikelola oleh Alfarizi selaku co-founder Angkringan Rumah Rakit Limas A3 dan Ketek Wisata A3 Palembang.
Alfarizi mengatakan, pihaknya tidak berencana membuka rumah rakit limas di lokasi tersebut karena fokus usaha mereka sebelumnya adalah ketek wisata di Sungai Musi. Namun, ia dipercaya untuk mengelola rumah rakit yang sebelumnya telah ada, kemudian memperbaruinya dengan konsep yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
“Memang sebelumnya kami tidak berekspektasi membuka Rumah Rakit Limas di sini. Awalnya kami dari Ketek Wisata A3 Palembang. Kebetulan kami dipercaya mengelola Rumah Rakit Limas ini. Sebelumnya sudah ada rumah rakit limas, kemudian kami percantik dan perbarui lagi dengan konsep yang lebih modern mengikuti zaman,” ujar Alfarizi.
Ia menjelaskan, pembangunan Rumah Rakit Limas A3 menggunakan sekitar 1.000 batang bambu sebagai struktur utama. Aspek keamanan menjadi perhatian utama karena ia terlibat langsung dalam proses pembangunan sejak awal.
“Aku pastikan keamanan karena aku ikut terjun langsung memasukkan bambunya dari awal bongkar rumah ini. Mungkin ada videonya rumah dari awal sampai sekarang,” kata Alfarizi.
Menurutnya, keterlibatan secara langsung tersebut menjadi bentuk tanggung jawab untuk memastikan rumah rakit dalam kondisi aman dan layak digunakan pengunjung.
Alfarizi menambahkan, saat ini Rumah Rakit Limas A3 beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB. Ke depan, pihaknya merencanakan operasional selama 24 jam.
“Operasional dari jam delapan sampai jam dua belas malam. Rencana itu dua puluh empat jam. Rencana, karena memang kita di daerah ini belum pernah ada, dan juga di bagian Ulu bisa merasakan nongkrong di pinggir sungai dua puluh empat jam. Itu kan ada di seberang, sebelumnya di Ulu belum ada,” jelasnya.
Rencana tersebut bertujuan memberikan alternatif ruang berkumpul bagi masyarakat di wilayah Ulu yang ingin menikmati suasana tepian Sungai Musi sepanjang hari.
Salah satu pengunjung, Arian, warga Palembang, mengaku terkesan dengan suasana dan lokasi swafoto yang tersedia, terutama pada malam hari.
“Yang paling berkesan tentu tempat fotonya bagus sekali, apalagi kalau malam hari. Jembatan Ampera terlihat keren,” ujarnya.
Selain panorama Sungai Musi, menu makanan dan minuman juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung lainnya, Rudi Wibowo, menyampaikan bahwa cita rasa makanan dan minuman yang disajikan cukup memuaskan.
“Nila bakarnya enak, pempeknya enak, ayam bakarnya juga enak. Minumannya juga enak, tadi teh tariknya juga enak,” katanya.
Rumah Rakit Limas A3 menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman yang dapat dinikmati pengunjung sembari bersantai di atas rumah rakit dengan latar Sungai Musi.
Dalam kesempatan tersebut, Alfarizi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kelestarian rumah rakit limas serta kebersihan Sungai Musi.
“Pesan kami untuk anak muda Palembang, mari kita jaga bersama dan lestarikan rumah rakit limas yang ada di Palembang. Yang paling penting, jaga sungai kita, jangan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Menjelang mudik Lebaran, Rumah Rakit Limas A3 di kawasan 10 Ulu Palembang menjadi salah satu alternatif destinasi wisata sungai bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga sembari menikmati suasana Sungai Musi dari atas rumah rakit tradisional yang telah diperbarui dengan konsep modern.
Selvi Trisanti / Rara Delfiana / Romanda Oktaviano (Biro Palembang)




