KAI Divre I Sumut dorong integrasi transportasi antarmoda

Petugas sedang mengarahkan penumpang yang akan naik kereta api di Stasiun Medan.PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem transportasi publik terintegrasi yang pengembangannya diarahkan pada penciptaan konektivitas antarmoda mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. ANTARA/Juraidi
Petugas sedang mengarahkan penumpang yang akan naik kereta api di Stasiun Medan.PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem transportasi publik terintegrasi yang pengembangannya diarahkan pada penciptaan konektivitas antarmoda mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. ANTARA/Juraidi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem transportasi publik yang terintegrasi. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarmoda guna mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa integrasi transportasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam mendukung mobilitas, baik di wilayah perkotaan maupun antarwilayah. Salah satu bentuk integrasi tersebut dapat dilihat di Stasiun Bandar Khalipah.
“Stasiun Bandar Khalipah kini menjadi integrator strategis yang menghubungkan berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api antarkota, KA Bandara Kualanamu, hingga layanan Bus Rapid Transit (BRT). Sinergi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah moda dalam satu titik,” ujar Anwar di Medan, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa efektivitas integrasi tersebut tercermin dari peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Bandar Khalipah. Pada 2025, stasiun itu mencatat capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir dengan melayani 98.322 pelanggan.
Tren pertumbuhan penumpang di stasiun tersebut juga menunjukkan peningkatan konsisten sejak 2021. Saat itu tercatat 21.145 pelanggan, kemudian naik menjadi 32.676 pada 2022, dan meningkat signifikan menjadi 69.850 pada 2023. Pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan 88.013 pelanggan, hingga mencapai puncaknya pada 2025.
Menurut Anwar, peningkatan ini menunjukkan bahwa transportasi publik yang terintegrasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Kondisi tersebut juga turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Selain Stasiun Bandar Khalipah, konsep konektivitas juga diterapkan di Stasiun Pematangsiantar yang terhubung dengan layanan transportasi lanjutan menuju kawasan wisata strategis nasional Danau Toba, termasuk Parapat dan Samosir.
KAI Divre I Sumatera Utara juga memastikan hampir seluruh stasiun di lintas utama telah memiliki aksesibilitas yang baik melalui transportasi umum konvensional maupun layanan transportasi daring.
Sejalan dengan tema Hari Transportasi Nasional 2026 bertajuk “Smart Mobility, Konektivitas Terintegrasi, dan Transportasi Ramah Lingkungan”, KAI terus mendorong penggunaan kereta api sebagai moda transportasi rendah emisi.
“Sebagai transportasi massal dengan daya angkut besar dan efisiensi energi yang tinggi, kereta api menjadi salah satu pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan. KAI mengajak masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk mendukung mobilitas yang lebih cerdas dan berkelanjutan di Sumatera Utara,” pungkasnya.




