Kakorlantas kaji WFA jadi opsi urai arus mudik dan balik lebaran 2026

Korlantas Polri tengah mengkaji penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai salah satu opsi untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Operasi Ketupat tahn 2026. Foto : Radio Elshinta Arie Dwi Prasetyo
Korlantas Polri tengah mengkaji penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai salah satu opsi untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Operasi Ketupat tahn 2026. Foto : Radio Elshinta Arie Dwi Prasetyo
Korlantas Polri tengah mengkaji penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai salah satu opsi untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik Operasi Ketupat. Skema ini dinilai dapat membantu pengendalian volume kendaraan di jalan raya, terutama saat periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Lebaran.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, kajian WFA bertujuan agar arus kendaraan dapat terdistribusi lebih merata sehingga lebih mudah dikendalikan berdasarkan data traffic counting.
“Work from anywhere ini sebetulnya kita kaji bagaimana bisa mengurai arus mudik dan arus balik, sehingga ketika arus terurai panjang, traffic counting di jalan lebih bisa dikendalikan,” kata Agus di Pos Pelayanan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Polres Bogor, Sentul, Bogor, Minggu (4/12/2025).
Agus menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk kemungkinan penerapan kebijakan tersebut pada Operasi Ketupat mendatang. Selain WFA, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga juga menjadi perhatian utama.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Perhubungan, nanti pada Operasi Ketupat juga dipikirkan hari-hari tertentu untuk work from anywhere, termasuk pembatasan kendaraan sumbu tiga,” ujarnya.
Menurut Agus, seluruh kebijakan tersebut berorientasi pada keselamatan dan kelancaran lalu lintas, yang menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kepolisian di bidang lalu lintas.
“Keselamatan dan kelancaran itu yang paling utama. Kita pastikan kendaraan berkeselamatan, jalan berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan,” kata Agus.
Ia menambahkan, evaluasi dinamika arus mudik dan balik Nataru menjadi bekal penting bagi Korlantas Polri dalam menyiapkan pengamanan Lebaran tahun ini agar berjalan lebih optimal.
“Ini bagian dari dinamika arus mudik dan arus balik Nataru, sekaligus kesiapan kita untuk operasi Lebaran nanti,” pungkasnya.
Arie Dwi Prasetya




