Kemdiktisaintek siapkan lahan untuk Sekolah Garuda di Boalemo

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meninjau lokasi calon lahan pembangunan Sekolah Garuda di Boalemo, Gorontalo, Selasa (10/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meninjau lokasi calon lahan pembangunan Sekolah Garuda di Boalemo, Gorontalo, Selasa (10/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Garuda baru di Kecamatan Wonosari dan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
"Presiden menginginkan anak-anak dari seluruh Nusantara memiliki wawasan global namun tetap menjaga kepekaan lokal. Sekolah ini akan menjadi inkubator pemimpin bangsa yang memahami kebinekaan dalam satu asrama," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie melalui keterangan di Jakarta, Kamis.
Wamendiktisaintek menegaskan bahwa sekolah ini akan mengusung konsep berasrama dengan tiga pilar utama, yakni pemerataan akses pendidikan, inkubator pemimpin bangsa, serta prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.
Ia juga menyoroti fakta masih minimnya representasi mahasiswa Indonesia di universitas elit dunia, seperti Harvard University.
"Masuk Harvard University itu sangat sulit. Selama empat tahun saya menempuh studi S1 di sana, saya adalah satu-satunya orang Indonesia. Kita punya banyak anak berbakat di pelosok, namun peluangnya tidak merata karena keterbatasan biaya dan fasilitas," ujar dia.
Sebagai solusi, Stella menekankan Sekolah Garuda hadir untuk memberikan beasiswa penuh sebesar 80 persen bagi siswa selama masa SMA. Pemerintah juga berkomitmen memberikan beasiswa kuliah penuh bagi lulusan sekolah ini yang berhasil menembus 100 besar perguruan tinggi terbaik dunia.
"Jika ada putra-putri Gorontalo yang berhasil menembus kampus top dunia, seperti Stanford University, namun terkendala biaya, pemerintah akan hadir memberikan beasiswa penuh," kata Stella.
Selain fokus pada infrastruktur pendidikan, Stella juga menekankan pentingnya sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, kecukupan gizi menjadi faktor krusial yang berdampak langsung pada semangat dan prestasi siswa di sekolah.
Pembangunan Sekolah Unggul Garuda diharapkan tidak hanya melakukan revitalisasi fisik bangunan, tetapi juga menjadi standar baru pemerataan kualitas pengajar di seluruh Indonesia, sehingga inisiatif strategis pemerintah untuk mencetak generasi muda Indonesia agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia, dapat terwujud.




