Kemenhaj siapkan skema murur dan tanazul untuk haji tahun ini

Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU
Kementerian Haji dan Umrah akan menerapkan dan mematangkan skema murur atau melintas Muzdalifah tanpa turun dan skema tanazul atau pengembalian jamaah ke hotel atau tenda lebih awal dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Laksma TNI Harun Arrasyid mengatakan rencana tersebut sudah mendapatkan lampu hijau dari pimpinan dan akan didukung penuh oleh petugas di lapangan. Skema itu dirancang untuk mengurangi beban kepadatan jamaah di Muzdalifah yang areanya semakin terbatas, serta mengontrol aliran jamaah yang masuk ke Mina.
"Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini. Bapak Menteri juga akan melaksanakan proyek itu, sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang di Armuzna akan mendukung kebijakan itu," ujar Harun usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam.
Harun menjelaskan bahwa skema murur dianggap solusi paling efektif saat ini. Dengan murur, sebagian jamaah, terutama yang lansia, risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas, akan tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah.
Lalu, jamaah berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit, kemudian langsung melanjutkan perjalanan ke Mina. Hal itu akan secara signifikan mengurangi tumpukan massa di hamparan Muzdalifah.
"Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina," kata Harun.
Meski demikian, Harun menyebutkan bahwa implementasi teknis terkait jumlah pasti jemaah yang akan mengikuti skema tersebut masih dalam tahap pendataan.
"Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, ini nanti kalau sudah lengkap proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan," ujar Harun.
Langkah itu menunjukkan pergeseran manajemen haji yang semakin adaptif terhadap kondisi lapangan demi keselamatan jamaah.




