Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemenperin catat lonjakan ekspor IKM kerajinan, bukti daya saing kuat

Kemenperin catat lonjakan ekspor IKM kerajinan, bukti daya saing kuat
X

Produk kerajinan industri kecil menengah (IKM) binaan Kemenperin yang ditampilkan di pameran Inacraft 2026 di Jakarta. (ANTARA/HO-Kemenperin)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat lonjakan signifikan pada kinerja ekspor industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan yang menjadi bukti kuat bahwa produk sektor itu semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kemenperin, nilai ekspor kerajinan pada triwulan III tahun 2025 mencapai 305,54 juta dolar AS, meningkat pesat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 173,5 juta dolar AS.

Dalam pernyataan di Jakarta, Senin, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa dukungan promosi dan fasilitasi pemerintah, seperti di ajang Inacraft menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi IKM kerajinan.

“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri,” kata Agus.

Sebagai bagian dari upaya untuk lebih memacu kinerja ekspor IKM kerajinan, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) memfasilitasi delapan IKM binaan untuk mengikuti Pameran Inacraft 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026.

Agus optimistis dukungan terhadap pameran dan promosi akan memperkuat daya saing IKM nasional melalui perluasan akses pasar, penguatan branding, serta pembukaan peluang kemitraan dan transaksi bisnis berkelanjutan.

“Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga produk-produk yang ditampilkan tidak hanya mempresentasikan standar kualitas dan inovasi terbaik dari pelaku IKM tetapi juga mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya nusantara,” tuturnya.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan, delapan IKM yang difasilitasi yakni Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.

Produk yang ditampilkan antara lain kerajinan tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas berbahan serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, serta kerajinan dari limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,” kata Reni.

Ia menambahkan, produk-produk yang dipamerkan menunjukkan peningkatan kreativitas pelaku IKM dalam memanfaatkan bahan baku lokal serta menyesuaikan desain dengan kebutuhan pasar.

Reni juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan lokal bernilai tambah tinggi untuk meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia.

”Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat agar dapat meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia di mata konsumen nasional maupun internasional,” ucapnya.

Selama pelaksanaan Inacraft 2026, total transaksi penjualan dari delapan IKM yang difasilitasi mencapai Rp338,16 juta. Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM, sekaligus menegaskan bahwa pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk dan mengukur respons pasar.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire