Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kerja sama militer RI–Korsel dinilai strategis dan menguntungkan

Kerja sama militer RI–Korsel dinilai strategis dan menguntungkan
X

Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto dengan callsign “Mammoth” (kursi depan) saat menerbangkan KF-21 Boramae di Korea Selatan, Selasa (30/9/2025). ANTARA/HO-Humas TNI AU

Pakar pertahanan dan hubungan internasional dari Universitas Bina Nusantara, Curie Maharani, menilai Indonesia akan memperoleh berbagai keuntungan jika terus memperkuat kerja sama militer dengan Korea Selatan.

Hal ini disampaikan mengingat kedua negara telah menjalin sejumlah kolaborasi di sektor pertahanan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) prajurit, kerja sama teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga proyek pesawat tempur KF-21 Boramae.

Menurut Curie, meskipun Indonesia dan Korea Selatan bukan negara yang sepenuhnya menjadi inovator utama teknologi pertahanan global, Korea Selatan memiliki posisi strategis sebagai mitra penting dalam penyediaan teknologi, kolaborasi standar, serta pengembangan industri pertahanan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu keuntungan utama bagi Indonesia adalah akses terhadap teknologi pertahanan berstandar Barat melalui kerja sama tersebut. Hal ini dinilai dapat membantu peningkatan kualitas alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus pengembangan SDM pertahanan nasional.

Selain itu, Korea Selatan sebagai salah satu kekuatan baru industri pertahanan global juga membutuhkan rantai pasok yang kompetitif. Dalam hal ini, Indonesia berpeluang menjadi bagian dari ekosistem produksi dan suplai tersebut.

Di sisi lain, kerja sama ini juga memberikan keuntungan bagi Korea Selatan dalam hal kepastian produksi, logistik, dan distribusi produk pertahanan.

Curie juga menekankan pentingnya fokus bersama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor pertahanan, yang dinilai akan menjadi masa depan sistem militer modern.

Ia secara khusus menyoroti proyek pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae sebagai kerja sama strategis yang dapat mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Meski demikian, ia menilai ekspektasi awal terhadap proyek tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan terbaru, karena manfaat yang diperoleh mungkin tidak sepenuhnya sama seperti proyeksi awal.

Curie juga menyebut kemungkinan keterlibatan mitra baru dalam pengembangan lanjutan KF-21 dapat membantu mengurangi pembagian biaya serta risiko yang ditanggung kedua negara.

Secara keseluruhan, ia tetap optimistis bahwa kerja sama Indonesia–Korea Selatan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan teknologi pertahanan Indonesia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire