Top
Begin typing your search above and press return to search.

Komisi I soroti keamanan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI

Komisi I soroti keamanan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI
X

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (ANTARA/HO-DPR)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia menilai evaluasi tersebut penting agar sistem perlindungan pasukan dapat menyesuaikan dengan perkembangan ancaman di lapangan yang semakin kompleks.

Sukamta menegaskan bahwa keselamatan personel yang menjalankan misi perdamaian tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk pihak yang terlibat dalam konflik di kawasan tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden gugurnya prajurit TNI Praka Rico Pramudia akibat serangan peluru kendali di wilayah penugasan UNIFIL. Menurutnya, kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut harus diungkap secara terbuka.

Ia menambahkan bahwa perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan tersebut.

Sukamta juga meminta pemerintah Indonesia melakukan peninjauan menyeluruh terhadap aspek keamanan dan pola penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian internasional. Hal ini dilakukan tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam kontribusi menjaga stabilitas global.

Menurutnya, perdamaian dunia tidak boleh dicapai dengan pengorbanan yang tidak perlu. Setiap prajurit yang gugur harus menjadi refleksi penting untuk memperkuat sistem perlindungan dalam misi internasional.

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia yang merupakan bagian dari kontingen TNI dalam misi UNIFIL. Pengorbanan tersebut dinilai sebagai wujud nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

Sukamta menilai insiden yang terjadi menunjukkan adanya eskalasi konflik di wilayah operasi UNIFIL, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar prajurit TNI yang meninggal dalam misi tersebut menjadi empat orang, bersama tiga prajurit lainnya yang sebelumnya juga gugur dalam insiden berbeda di Lebanon.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire