Top
Begin typing your search above and press return to search.

Krisis minyak mengancam, Prabowo percepat transisi EBT

Krisis minyak mengancam, Prabowo percepat transisi EBT
X

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya terutama yang tergabung dalam Satuan Tugas Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (Satgas EBTKE) untuk mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan, khususnya yang bersumber dari tenaga surya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang memimpin Satgas EBTKE, menjelaskan perintah untuk mempercepat transisi diberikan oleh Presiden mempertimbangkan ancaman krisis minyak yang saat ini terjadi di kawasan Asia Barat/Timur Tengah.

"Itu salah satu yang juga kita bicarakan (saat rapat bersama Presiden, red.) bahwa harus ada alternatif-alternatif apa yang akan dipakai ketika Selat Hormuz kondisinya masih seperti ini," kata Menteri ESDM menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas menghadap Presiden Prabowo di Istana, Jakarta, Kamis (12/3).

Bahlil kemudian menjelaskan dirinya juga melaporkan hasil rapat perdana satgas, yang diikuti oleh delapan menteri, jajaran pimpinan Kementerian ESDM, dan petinggi PT PLN.

Dia menyebut satgas dapat langsung mengeksekusi rencana-rencana kerjanya terkait transisi energi, termasuk menghentikan beberapa pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang masih menggunakan bahan bakar solar. Targetnya, Bahlil menyebut satgas dapat langsung bekerja saat Hari Raya Idulfitri, yang jatuh minggu depan.

"Dalam kondisi geopolitik perang ini, tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang. Oleh karena itu, kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan (transisi) seperti ini," ujar Bahlil.

Walaupun demikian, Bahlil melanjutkan pemerintah tentu menunggu infrastruktur pembangkit listrik pengganti, yaitu yang bersumber dari energi baru dan terbarukan itu rampung dibangun lebih dulu, baru akan menyetop operasional pembangkit listrik yang bersumber dari bahan bakar fosil.

"Bangun dulu dong, kalau di-setop belum dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi, paralel, begitu dibangun, begitu sudah langsung COD, PLTD-nya dimatikan," kata Bahlil.

COD atau tanggal operasi komersial merupakan tahapan yang menandai berakhirnya pengujian teknis, dan diawalinya operasional pembangkit listrik untuk menyalurkan listrik ke jaringan listrik PLN.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire