Kurang konsentrasi, pemotor tewas tabrak bus di Jaksel

Sepeda motor milik MN, korban kecelakaan yang tewas di halte kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya.
Sepeda motor milik MN, korban kecelakaan yang tewas di halte kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya.
Diduga akibat kurang konsentrasi, seorang pengendara sepeda motor berinisial MN (58) meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang bus listrik yang tengah berhenti di halte kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Diduga karena kurang konsentrasi, korban tidak mampu menghindari bus yang sedang berhenti dan langsung menabrak bagian belakang kendaraan tersebut," kata Ojo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, kecelakaan itu bermula saat bus listrik BYD bernomor polisi B-7002-SGX yang dioperasikan oleh pramudi berinisial T (29) tengah berhenti di halte penumpang Stasiun Lenteng Agung.
"Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju selatan. Karena kurang konsentrasi, korban tidak mampu menghindari bus yang sedang berhenti dan langsung menabrak bagian belakang bus," terang Ojo.
Dia mengatakan benturan keras itu pun menyebabkan kerusakan signifikan pada sepeda motor korban, terutama pada bagian depan yang pecah. Sementara itu, bagian belakang bus hanya mengalami kerusakan ringan.
"Perbedaan tingkat kerusakan ini menunjukkan kuatnya dampak benturan yang diterima kendaraan roda dua," ujar Ojo.
Dia menuturkan pihaknya telah mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan serta mengamankan kendaraan dan dokumen terkait.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan kawasan Lenteng Agung dikenal sebagai salah satu titik dengan lalu lintas padat, terutama di sekitar stasiun dan halte transportasi umum.
"Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna jalan, terutama saat melintas di area pemberhentian kendaraan umum," ungkap Ojo.
Dia pun mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, khususnya di jalur padat dan area rawan kecelakaan.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, terutama kendaraan besar, seperti bus.
“Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegas Ojo.




