Top
Begin typing your search above and press return to search.

Lebaran Betawi 2026 disederhanakan, Foke tekankan empati sosial

Lebaran Betawi 2026 disederhanakan, Foke tekankan empati sosial
X

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo atau Foke memberikan sambutan dalam perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo atau Foke menyoroti perayaan Lebaran Betawi 2026 dengan nuansa yang disederhanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi sosial dan situasi global yang tengah berlangsung.

"Situasi global saat ini menimbulkan ketidakpastian. Kita juga melihat masih banyak saudara kita yang mengalami kesulitan. Karena itu, kami memutuskan untuk menyederhanakan perayaan ini," kata Fauzi Bowo saat memberikan sambutan dalam perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu.

Selain itu, kata dia, menyederhanakan penyelenggaraan Lebaran Betawi juga dilakukan mengingat kondisi yang memprihatinkan, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang belum pulih secara sosial dan ekonomi akibat bencana alam yang terjadi belakangan ini.

Di sisi lain, konflik kemanusiaan di Jalur Gaza serta ketegangan di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi kondisi dunia secara luas.

"Sebagai bentuk keprihatinan terhadap suasana batin yang berkembang akhir-akhir ini, masih banyak saudara-saudara kita yang belum kembali pulih dari bencana alam yang terjadi sehingga kehidupan sosial dan ekonominya belum pulih, kemudian berlangsungnya penindasan di jalur Gaza, dan akhir-akhir ini perang di Timur Tengah yang berdampak ketidakpastian di seluruh dunia," jelas Fauzi.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memaklumi keputusan tersebut dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan empati serta solidaritas sosial.

Dalam sambutannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengawali dengan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Lebaran Betawi di lokasi yang dinilainya memiliki nilai historis yang tinggi.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran dan panitia yang telah mempersiapkan acara tersebut dengan baik.

"Kita dapat hadir merayakan Lebaran Betawi di tempat yang bersejarah ini. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini," ujar Fauzi.

Foke menegaskan Lebaran Betawi bukan hanya acara seremonial tahunan setelah Ramadhan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan pengingat penting bagi masyarakat Jakarta untuk menjaga, merawat, dan melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari identitas kota.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan dinamika Jakarta sebagai kota global, nilai-nilai luhur, seperti silaturahmi, gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan kepada orang tua harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

"Nilai-nilai ini tidak boleh hilang. Justru harus kita rawat dan kita turunkan kepada generasi penerus," tegas Fauzi.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Majelis Kaum Betawi secara aktif melibatkan generasi muda dalam penyelenggaraan Lebaran Betawi tahun ini. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan tradisi di masa depan.

Meskipun digelar lebih sederhana, Fauzi memastikan esensi budaya Betawi tetap terjaga.

Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan adalah "antaran" atau "sorogan", yakni pemberian simbolis sebagai bentuk penghormatan dari yang muda kepada yang lebih tua, maupun dari bawahan kepada atasan.

Dia mengungkapkan tradisi tersebut merupakan bagian dari budaya Betawi yang sarat nilai moral dan spiritual, bukan bentuk gratifikasi.

"Ini adalah ekspresi takzim dan penghormatan. Jadi bukan gratifikasi, melainkan budaya yang harus kita pahami bersama," ucap Fauzi.

Dia menuturkan tradisi tersebut mencerminkan struktur sosial yang harmonis, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi dan antarlembaga di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

Selain itu, dengan tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta Memperkokoh Persatuan, Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global", perayaan Lebaran Betawi tahun juga dirancang sebagai ruang inklusif bagi seluruh masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang halal bihalal akbar, Lebaran Betawi turut menghadirkan berbagai atraksi budaya serta kuliner khas Betawi yang dapat dinikmati oleh warga dari berbagai latar belakang.

Foke menilai pendekatan inklusif itu penting untuk memperkenalkan budaya Betawi secara lebih luas sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai lokal.

Dia pun mengajak seluruh warga Jakarta untuk menjadikan Lebaran Betawi sebagai momentum mempererat persatuan dan persaudaraan, dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran yang mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada persatuan dan menghindari perpecahan.

Menurut dia, keberagaman yang dimiliki Jakarta harus menjadi kekuatan, bukan sumber perbedaan.

"Kita harus memperkuat rasa memiliki terhadap Jakarta. Bersama-sama membangun kota ini dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya," tutur Fauzi.

Pada akhir sambutannya, Foke menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan pelaku usaha.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas rencana pelantikan Dewan Adat Majelis Kaum Betawi yang akan digelar di Balai Kota DKI Jakarta dalam waktu dekat, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap lembaga adat Betawi.

Di sisi lain, Fauzi berharap Lapangan Banteng dapat menjadi lokasi tetap penyelenggaraan Lebaran Betawi di masa mendatang, mengingat nilai sejarah dan representasi ruang publiknya yang dinilai sangat sesuai.

"Sekarang suasananya sudah jauh lebih baik. Saya kira ini tempat yang tepat untuk Lebaran Betawi ke depan," ungkap Fauzi.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.

Lebaran Betawi 2026 berlangsung pada 10-12 April dengan tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global".

Kegiatan tersebut diawali dengan malam syukuran yang diisi pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama pada Jumat (10/4) pukul 18.30-21.30 WIB.

Pada Sabtu, mulai pukul 08.00–23.00 WIB, diadakan berbagai atraksi budaya, antara lain ondel-ondel, tanjidor, silat, gambang kromong, serta kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, dan hiburan rakyat, seperti lenong Betawi dan layar tancep.

Selanjutnya, pada hari terakhir, Minggu, 12 April, pada pukul 06.00-22.00 WIB, diisi dengan kegiatan santai dan interaktif, mulai dari senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, sajian kuliner Betawi, hingga pertunjukan musik.

Masyarakat dapat menikmati aneka kuliner Betawi serta mengunjungi bazar produk lokal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire