Top
Begin typing your search above and press return to search.

Longsor di Cisarua, Basarnas: 80 warga masih dalam pencarian SAR gabungan

Pencarian fokus pada dua sektor utama mencakup Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda karena merupakan area terparah terdampak longsor

Longsor di Cisarua, Basarnas: 80 warga masih dalam pencarian SAR gabungan
X

Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian 80 korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari kedua operasi, Minggu (25/1/2026). Foto : Basarnas

Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari kedua operasi, Minggu (25/1/2026). 80 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat (Bandung) adalah Ade Dian Permana menjelaskan pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni Sektor A dan Sektor B, yang mencakup Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda. Kedua wilayah tersebut merupakan area terparah yang terdampak longsor.

“Berdasarkan informasi kepala desa dan warga, terdapat 30 rumah yang tertimbun longsor. Lokasi terparah berada di Sektor A, tepat di bawah tebing tempat longsor terjadi,” kata Ade Dian Permana dalam wawancara di Radio Elshinta Minggu (25/1/2026) pagi.

Pada Sabtu sore, tim menemukan empat korban meninggal dunia, masing-masing dua orang di Sektor A dan dua orang di Sektor B. Informasi awal menyebutkan korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki, namun identitas resmi masih menunggu hasil identifikasi tim DVI. Hingga Sabtu sore kemarin, Polda Jawa Barat mencatat, 10 orang meninggal dunia dan 80 orang dilaporkan hilang masih dalam pencarian.

Seperti diketahui, longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga tengah tertidur di dalam rumah.

Operasi pencarian terkendala cuaca

Operasi pencarian masih dilakukan secara manual karena kondisi medan yang belum memungkinkan penggunaan alat berat. Material longsoran berupa campuran tanah dan air dengan kedalaman diperkirakan mencapai lima meter.

“Curah hujan masih terjadi dari malam hingga pagi, dengan intensitas ringan sampai lebat. Ini menjadi kendala utama dalam proses evakuasi,” ujar Ade.

Untuk mendukung pencarian, anjing pelacak (canine) dari Polda Jawa Barat dan TNI Marinir dijadwalkan tiba di lokasi. Total personel SAR gabungan yang terlibat mencapai 465 orang, meski tidak seluruhnya diterjunkan secara bersamaan demi menjaga keselamatan petugas.

Ade Dian Permana menjelaskan radius pencarian difokuskan pada area 100 hingga 150 meter dari titik temuan korban. Berdasarkan keterangan warga, korban kemungkinan terbawa aliran lumpur menuju sungai kecil di sekitar lokasi. Keempat korban yang ditemukan sebelumnya juga berada di jalur aliran air tersebut.

Sesuai SOP Basarnas, operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan evaluasi kondisi lapangan dan temuan terbaru. BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam 1–2 hari ke depan.

“Kami mohon doa agar cuaca membaik dan proses evakuasi dapat berjalan lancar,” ujar Ade.

Hingga kini, posko antemortem telah didirikan di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendukung proses identifikasi korban. (Nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire