Lonjakan awal arus mudik terjadi di Pelabuhan Sampit

Kepala PT Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah berbincang dengan penumpang sebelum diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (1/3/2026). ANTARA/Devita Maulina
Kepala PT Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah berbincang dengan penumpang sebelum diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (1/3/2026). ANTARA/Devita Maulina
Pelni Cabang Sampit menyebut pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mulai menunjukkan peningkatan, sementara persediaan tiket untuk keberangkatan pertengahan Maret hampir habis terjual.
“Jumlah penumpang untuk keberangkatan KM Leuser tanggal 14 dan 16 Maret sudah di atas 1.300 orang dan itu posisinya sudah non-seat. Sisa tiket mungkin tinggal 100-an lagi karena kapasitas kapal tidak boleh lebih dari itu mengikuti aturan KSOP setempat,” kata Kepala Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah di Sampit, Minggu.
Hal ini ia sampaikan usai melakukan pemantauan di Pelabuhan Sampit. Pada saat itu sebanyak 617 penumpang bertolak dari Sampit menuju Surabaya menggunakan Kapal Motor (KM) Lawit dari PT Pelni.
Sehari sebelumnya, kapal yang sama menurunkan 139 penumpang dari Semarang di Pelabuhan Sampit.
Untuk keberangkatan hari ini, ia menyebut jumlah penumpang masih tergolong normal. Namun berbeda dengan dua jadwal keberangkatan kapal selanjutnya dengan jumlah tiket yang dipesan sekitar 1.300 penumpang.
“Karena tiketnya sudah mulai habis, makanya untuk saat ini penjualan kami batasi. Untuk di travel atau umum sudah kami tutup semua dan kami fokuskan ke loket cabang,” ujar Siti.
Ia melanjutkan, pergerakan penumpang pada momentum arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit dari tahun ke tahun memang cukup tinggi dan kini semakin meningkat dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa diskon harga tiket sekitar 30 persen.
Di sisi lain, para pemudik memilih Pelabuhan Sampit karena alasan aksesibilitas, kenyamanan armada, hingga hemat biaya.
Edi Sutomo, seorang perantau dari Kabupaten Seruyan mengaku lebih memilih mudik lewat Pelabuhan Sampit untuk menuju kampung halamannya di Jepara.
“Saya pilih lewat Sampit karena lebih dekat. Pengalaman mudik dengan kapal Pelni selama ini aman dan pelayanannya bagus. Tempat istirahatnya tertib sesuai nomor dek, jadi tidak perlu berebut,” ujar Edi.




