Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menag: Rehabilitasi sarana pendidikan di Sumatera terus berlangsung

Menag: Rehabilitasi sarana pendidikan di Sumatera terus berlangsung
X

Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan, masjid, dan mushala di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus berlangsung dan sebagian besar sudah kembali beroperasi.

“Sekarang, Alhamdulillah, kita bisa lihat sudah dilakukan rehabilitasi bertahap pada 650 madrasah dan kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, Kemenag menetapkan skala prioritas perbaikan rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren, untuk segera dipulihkan agar bisa difungsikan kembali.

Banjir di Sumatera berdampak pada 773 madrasah, 1.173 pesantren, 1.593 rumah ibadah, dan 102 Kantor Urusan Agama (KUA). Dari jumlah itu, kata dia, saat ini masih ada 110 madrasah yang masuk kategori rusak parah dan 13 lainnya bahkan harus direlokasi.

Selain itu ada 107 pesantren juga rusak parah. Untuk rumah ibadah, Menag menyebut 40 unit terdampak berat yang terdiri atas 16 masjid dan 24 gereja. Ada juga satu KUA yang rusak berat.

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.066 pondok pesantren sudah beroperasi dan kegiatan belajar-mengajar juga sudah berjalan. Selain itu 1.553 rumah ibadah sudah digunakan, dan 101 KUA sudah beroperasi. Untuk satu KUA yang rusaknya paling berat, kata dia, Kemenag menyiapkan layanan sementara.

Menag menjelaskan skema perbaikan bangunan madrasah yang melibatkan dengan kementerian lain. Ia mengatakan renovasi dan pembangunan gedung madrasah dikerjakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk renovasi dan pembangunan gedung-gedung madrasah kami kerja sama dengan Kementerian PU,” ujarnya.

Terkait pendanaan, Menag menyampaikan pihaknya menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas yang rusak berat, termasuk rencana penanganan tambahan.

Menag Nasaruddin Umar menyebut 123 madrasah masuk dalam perencanaan aksi rehabilitasi dan rekonstruksi rusak berat. Untuk dukungan sarana dan prasarana serta kebutuhan pembelajaran, Kemenag mengusulkan anggaran Rp85,5 miliar.

Untuk 107 pondok pesantren, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp74,1 miliar. Sementara untuk 40 rumah ibadah, bantuan stimulasi rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp20 miliar.

Adapun untuk satu KUA yang harus dipindah, Menag menyebut kebutuhan pengadaan lahan dan rekonstruksi senilai Rp3 miliar karena memang sudah harus dipindah.

Menag mengapresiasi peran masyarakat yang saling bahu-membahu sehingga progres pemulihannya semakin cepat.

“Alat-alat berat turun dan siang dan malam mereka bekerja, sehingga hasilnya bisa kita lihat seperti berikut. Kita juga sudah lengkapi sebagian besar mimbarnya, sound system-nya, kemudian listriknya, termasuk juga jaringannya," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire