Menbud tekankan fungsi museum sebagai sarana edukasi sejarah

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (kiri) saat meninjau Museum Perjuangan Yogyakarta pada Sabtu (28/3/2026). (ANTARA/HO-Kemenbud)
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (kiri) saat meninjau Museum Perjuangan Yogyakarta pada Sabtu (28/3/2026). (ANTARA/HO-Kemenbud)
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memastikan penguatan fungsi museum sebagai sarana edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda melalui kunjungan ke Museum Perjuangan Yogyakarta.
"Di museum ini kita bisa menyaksikan perjalanan perjuangan bangsa, mulai dari lahirnya Budi Utomo hingga Proklamasi Kemerdekaan dan masa mempertahankan NKRI, yang kini disajikan secara imersif dan lebih mudah dipahami,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Dia menilai Yogyakarta memiliki peran penting dalam sejarah nasional, antara lain saat menjadi ibu kota negara pada 1946 serta dalam peristiwa agresi militer Belanda. Selain itu, koleksi museum seperti artefak, diorama, serta relief karya Edhi Sunarso dinilai menjadi daya tarik utama dalam menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih hidup.
Narasi tersebut, kata dia, tergambar kuat dalam materi pameran museum.
Menbud Fadli Zon menyampaikan, penyajian museum yang lebih kontekstual dan komunikatif membuat museum mampu menjangkau pengunjung secara lebih luas, terutama generasi muda.
"Generasi muda perlu melihat langsung bagaimana sejarah perjuangan bangsa disajikan di sini, karena lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan mereka," ujar dia.
Museum Perjuangan Yogyakarta merupakan museum yang digagas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1958 untuk memperingati 50 tahun Kebangkitan Nasional.
Pembangunannya dimulai pada 1959 dan selesai pada 1961, dengan bangunan utama berbentuk lingkaran serta dilengkapi 40 relief yang menggambarkan perjalanan sejarah bangsa.
Saat ini, museum tersebut dikelola oleh Kementerian Kebudayaan melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya, dengan pembaruan kurasi yang terus dilakukan.
Menbud berharap museum dapat terus dikembangkan sebagai ruang publik yang aktif, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi, juga sebagai pusat edukasi dan refleksi sejarah yang relevan bagi masyarakat.




