Menbud ungkap pembahasan pemasangan Catra di Borobudur

Menteri Kebudayaan Fadli Zon lembul bujono pada Kirab Pusaka Nusantara di Candi Borobudur, Jumat (17/4/2026) malam. ANTARA/Heru Suyitno
Menteri Kebudayaan Fadli Zon lembul bujono pada Kirab Pusaka Nusantara di Candi Borobudur, Jumat (17/4/2026) malam. ANTARA/Heru Suyitno
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan rencana pemasangan Catra di Candi Borobudur masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam.
"Pemasangan tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya umat Buddha," katanya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (17/4) malam,usai Kirab Pusaka Nusantara di Candi Borobudur.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran Catra bagian dari konsep living heritage , yang saat ini juga didorong oleh UNESCO. Konsep tersebut menekankan bahwa situs budaya tidak hanya menjadi monumen statis, tetapi juga memiliki nilai hidup dan terus berkembang bersama masyarakat.
“Ini merupakan bentuk adaptasi. Tidak ada yang mengganggu karena semuanya melalui proses panjang, termasuk diskusi dan forum grup diskusi (FGD) bersama para ahli, seperti sejarawan, budayawan, hingga arkeolog,” katanya.
Ia menuturkan Catra yang akan dipasang tersebut menggunakan bahan perunggu, bukan batu seperti struktur asli candi. Penggunaan material ini dinilai sebagai bentuk adaptasi yang lebih ringan dan umum digunakan di berbagai situs Buddha di dunia, seperti di India, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Myanmar.
Namun demikian, katanya, pemasangan Catra diperkirakan belum dapat dilakukan sebelum perayaan Waisak tahun ini.
Ia menuturkan, masih harus melalui sejumlah tahapan, termasuk kajian dampak dan uji kelayakan, guna memastikan seluruh prosedur terpenuhi. Selain itu, rencana ini juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi serta menjawab aspirasi komunitas umat Buddha yang telah disampaikan sejak lama.
Ia berharap, langkah ini dapat meningkatkan daya tarik kawasan Borobudur, baik dari sisi wisata sejarah maupun religi. Dengan jumlah umat Buddha dunia yang diperkirakan mencapai 500 juta hingga 600 juta orang, potensi kunjungan dinilai sangat besar. Bahkan, jika satu persen saja datang, jumlahnya bisa mencapai lima hingga enam juta wisatawan.
Pemerintah berharap, melalui konsep living heritage ini, Candi Borobudur tidak hanya menjadi warisan budaya dunia, tetapi juga pusat kegiatan spiritual dan budaya yang hidup serta terus berkembang secara berkelanjutan.




