Mendagri doakan almarhumah Meriyati Hoegeng

Mendagri Tito Karnavian ketika mengunjungi rumah duka di Pesona Khayangan Depok, Selasa. ANTARA/Feru Lantara
Mendagri Tito Karnavian ketika mengunjungi rumah duka di Pesona Khayangan Depok, Selasa. ANTARA/Feru Lantara
Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Pol. Tito Karnavian mendoakan agar almarhumah Meriyati Hoegeng, istri almarhum mantan Kapolri Jenderal (Purn) Pol Hoegeng, mendapatkan tempat yang terbaik yang dimasukkan ke dalam surga.
"Kita tahu Hoegeng merupakan tokoh yang selalu menginspirasi kami, generasi muda, tokoh panggilan kami," kata Tito Karnavian ketika mengunjungi rumah duka di Pesona Khayangan Depok, Selasa.
Tito menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhumah Meriyati Hoegeng baik atas nama pribadi, keluarga, juga sesama institusi.
Lebih lanjut Tito mengatakan almarhumah juga dikenal sosok yang baik, begitu juga dengan keluarganya.
"Meriyati Hoegeng semasa hidupnya merupakan tokoh panutan, saya mendoakan agar almarhumah mendapat tempat disisi-Nya yang terbaik dan memasukkan ke surga," ujarnya.
Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat pada Selasa pada usia 100 tahun.
Meri meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB karena sakit.
Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta. Meri merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.
Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada tahun 1946 dan dikaruniai tiga orang anak.




