Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mentan Amran gelontorkan Rp12 triliun sektor Pertanian, bantuan gratis hampir Rp10 T

Fokus pada bantuan gratis, irigasi 1,5 juta hektare, hingga cetak sawah baru di tengah ancaman El Nino

Mentan Amran gelontorkan Rp12 triliun sektor Pertanian, bantuan gratis hampir Rp10 T
X

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman gelontorkan Rp 12 trilyun dalam pertemuan bersama 170 bupati bahas penguatan sektor pertanian. Foto : Radio Elshinta Awaluddin Marifatullah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penguatan investasi sektor pertanian nasional melalui alokasi anggaran mencapai Rp12 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk bantuan tanaman perkebunan, pengembangan irigasi, hingga percepatan cetak sawah baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pangan.

Dalam pertemuan bersama sekitar 170 bupati dari daerah lumbung pangan di seluruh Indonesia, Amran menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan luas tanam secara signifikan dalam tiga tahun ke depan.

“Kami target tahun 2025, 2026, 2027 yang pertama adalah ada bantuan Bapak Presiden langsung, nilainya untuk tanaman itu gratis, hibah, totalnya Rp9,95 triliun dalam bentuk tanaman dan pupuk organik diberikan secara gratis,” ujar Amran usai rapat bersama bupati se-Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian RI Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, komoditas yang menjadi prioritas meliputi tebu, kopi, kakao, mente, pala, dan kelapa dengan target pengembangan mencapai 870.000 hektar di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan memperkuat struktur ekonomi pedesaan sekaligus meningkatkan daya saing ekspor komoditas perkebunan.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun untuk sektor irigasi, termasuk program optimalisasi lahan (OPLA), pembangunan jaringan irigasi, serta pompanisasi.

“Ada tambahan 30.000 hektar cetak sawah baru. Kemudian irigasi pompanisasi dan seterusnya mencapai 1,5 juta hektar seluruh Indonesia. Kami dorong anggaran kita untuk hari ini untuk irigasi 3 triliun lebih. Jadi ada 12 triliun kita bagi,” kata Amran.

Ia menilai, tingginya antusiasme pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong efektivitas program. Ia bahkan menegaskan bahwa distribusi bantuan tidak dilakukan secara merata, melainkan berdasarkan kesiapan dan komitmen kepala daerah.

“Yang hadir sudah pasti dapat bantuan. Tapi tidak dibagi rata. Tergantung rajinnya bupati dan potensi wilayah. Kalau tidak respons, program bisa macet dan dananya kembali, ini yang kami hindari,” tegasnya.

Dari sisi ketahanan pangan, Amran optimistis Indonesia berada dalam posisi aman menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino. Ia menyebutkan stok cadangan beras nasional dalam waktu dekat diproyeksikan mencapai 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

“Kalau ada El Nino ekstrem, tidak masalah. Stok kita tiga hari ke depan insya Allah 5 juta ton. Ini tertinggi sejak republik ini merdeka,” ujarnya.

Selain itu, terdapat pula “standing crop” atau tanaman siap panen yang mencapai 11 juta ton. Kondisi ini dinilai menjadi bantalan kuat bagi stabilitas harga pangan sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.

Amran menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan nasional. Ia mengaitkan capaian tersebut dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan pangan.

“Ini hasil kerja bersama bupati, gubernur, TNI, Polri, Kejaksaan, dalam satu gagasan besar di bawah Bapak Presiden,” ujar Amran.

Dengan berbagai intervensi tersebut, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat signifikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan petani dalam jangka menengah hingga panjang.

Awaluddin Marifatullah

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire