Top
Begin typing your search above and press return to search.

Palembang gelar tari 10 jam nonstop di Museum SMB II

Palembang gelar tari 10 jam nonstop di Museum SMB II
X

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sulaiman Amin. ANTARA/M Imam Pramana

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, mematangkan persiapan pergelaran tari selama 10 jam nonstop di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II untuk memperingati Hari Tari Sedunia pada 29 April 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sulaiman Amin di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata sejarah. Pelibatan seniman dalam skala besar diharapkan mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata di tengah kota.

Acara utama dalam peringatan ini akan menyajikan aksi memukau dari sejumlah penari terpilih yang akan menari tanpa henti selama 10 jam. Selain itu, perhelatan tersebut juga akan dimeriahkan oleh penampilan ratusan penari kolosal yang membawakan ragam tarian khas daerah.

Sulaiman menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di pelataran Museum SMB II memiliki makna strategis. Objek wisata ini merupakan simbol sejarah kejayaan Palembang, sehingga sangat relevan dijadikan panggung seni guna memacu minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk datang menyaksikan langsung kegiatan ini. Ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana seni tradisional tetap hidup di kota tertua di Indonesia ini,” ujar Sulaiman.

Pemkot Palembang menilai bahwa sinergi antara kebudayaan dan pariwisata adalah kunci dalam meningkatkan kunjungan wisata. Pergelaran tari 10 jam nonstop ini diharapkan menjadi magnet baru yang meningkatkan durasi kunjungan wisatawan di sekitar kawasan Benteng Kuto Besak.

Melalui ajang ini, pemerintah kota berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan ekosistem seni.

"Kolaborasi antara pemerintah, komunitas sanggar, dan pelaku industri pariwisata diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal melalui industri kreatif," kata Sulaiman.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sanggar Tari Palembang (Satapa) Heriyandi mengonfirmasi bahwa peringatan Hari Tari Sedunia ini akan berlangsung serentak di berbagai kota di Tanah Air. Khusus di Palembang, sedikitnya 60 sanggar tari telah memastikan akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Heriyandi menambahkan bahwa teknis pelaksanaan menari 10 jam ini telah dipersiapkan dengan matang, termasuk kesiapan fisik para penari. Pihaknya akan mengutus dua penari terbaik dari masing-masing sanggar untuk menunjukkan ketahanan fisik dan kemahiran teknik menari.

"Kegiatan ini juga menjadi sarana regenerasi bagi para seniman tari di Sumatera Selatan. Melalui pembinaan sejak usia dini, para penari muda diharapkan memiliki kepercayaan diri untuk memperkenalkan keunikan budaya lokal hingga ke level internasional di masa depan," kata dia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire