PAN minta Jusuf Kalla sampaikan kritik langsung ke Prabowo

Ketua Tim Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay memberikan keterangan pers terkait upaya pemerintah mendongkrak sektor induatri dalam negeri. (ANTARA/Azmi Samsul M)
Ketua Tim Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay memberikan keterangan pers terkait upaya pemerintah mendongkrak sektor induatri dalam negeri. (ANTARA/Azmi Samsul M)
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meminta Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan saran dan kritik secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat komunikasi konstruktif dalam pemerintahan.
Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu mengatakan, ruang dialog antara Presiden dan berbagai elemen masyarakat selama ini terbuka lebar, termasuk bagi tokoh nasional untuk menyampaikan pandangan secara langsung.
Ia menilai tradisi diskusi yang dibangun Presiden menjadi kesempatan strategis bagi tokoh bangsa untuk berkontribusi dalam arah pembangunan.
"Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Malah beliau sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di Istana," ujar dia.
Saleh menyampaikan forum tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari birokrat, ulama, akademisi hingga aktivis dan media massa sehingga mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi publik.
Dalam konteks tersebut, ia menilai penyampaian kritik secara langsung akan lebih efektif dan berdampak.
"Saya kira kalau pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas pak JK," katanya.
Ia juga menekankan bahwa kapasitas dan pengalaman JK menjadi nilai penting dalam memberikan masukan strategis bagi pemerintah.
"Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke mancanegara," kata dia.
Saleh menilai penyampaian kritik secara langsung akan lebih tepat bagi tokoh dengan posisi dan pengalaman seperti JK sehingga dapat mendorong solusi yang lebih konkret.
Ia menegaskan kritik tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan melalui cara yang konstruktif dan sesuai konteks.
"Saya kira kalau Pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif," ujarnya.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi serta mendorong kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan publik.




