Pelaku pencurian motor yang tembak warga di Palmerah berhasil ditangkap

Tangkapan layar - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pencuri sepeda bermotor yang menembak warga menggunakan pistol di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Risky Syukur
Tangkapan layar - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pencuri sepeda bermotor yang menembak warga menggunakan pistol di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Risky Syukur
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan pencuri sepeda bermotor bersenjata api yang menembak warga menggunakan pistol di Palmerah, Jakarta Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan, kedua pelaku yang berinisial VV dan RC ditangkap di luar wilayah Jakarta setelah melarikan diri.
"Tim Gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Jatanras Polda DIY berhasil menangkap pelaku curanmor yang menembak seorang warga di Palmerah Jakarta Barat," kata Iman.
Adapun tersangka VV ditangkap di sebuah hotel di kawasan Gondokusuman, Yogyakarta, pada Jumat (9/1). Sementara RC dibekuk di Cimahi, Jawa Barat pada Sabtu (10/1).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku VV berperan sebagai joki sekaligus eksekutor yang memegang senjata api, sedangkan RC bertugas sebagai pemetik atau pengambil motor korban.
"VV melakukan penembakan sebanyak tiga kali terhadap korban. Sementara RC pemetik motor korban," kata Iman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, komplotan ini rupanya telah melakukan aksi curanmor di empat lokasi berbeda, mulai dari Jakarta Barat hingga Jakarta Timur pada hari yang sama saat kejadian penembakan di Palmerah.
Lokasi aksi mereka mencakup wilayah Jakarta Barat yaitu di Tomang, Tanjung Duren, Palmerah, hingga Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita tujuh unit sepeda motor yang merupakan hasil pencurian. "Ada tujuh unit motor curian yang berhasil diamankan dari kedua pelaku," ucap Iman.
Barang bukti lainnya, yakni dua pucuk senjata api rakitan, 12 butir peluru, satu set kunci letter T beserta 15 anak kunci, serta pakaian yang digunakan saat beraksi juga disita.
Kronologi
Peristiwa penembakan bermula saat komplotan ini beraksi di Jalan Andong II, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Rabu (7/1) pagi. Para pelaku berkeliling mencari motor yang terparkir, lalu merusak lubang kunci menggunakan kunci letter T.
"Pada pagi hari pelaku dengan menggunakan sepeda motor keliling mencari kendaraan sepeda motor yang terparkir, di mana ketika menemukan sepeda motor, pelaku mengambil motor dengan cara merusak lubang kunci menggunakan alat kunci letter T," kata Iman.
Aksi pencurian itu pun sempat diketahui korban yang mendengar suara mesin motornya menyala. Korban lantas keluar rumah dan mendapati motornya sudah dibawa kabur.
"Korban bersama warga, termasuk saksi M, sempat mengejar dan berhasil menahan pelaku agar tidak kabur," lanjut dia.
Namun dalam situasi terdesak, pelaku VV nekat mengeluarkan senjata api rakitan dan menembak secara membabi buta ke arah warga untuk meloloskan diri.
"Korban berusaha mengejar dan pelaku berhasil diamankan, tetapi pelaku berontak dan berusaha kabur mengeluarkan senjata api dan pelaku menembak sebanyak tiga kali ke arah saksi M yang membantu korban untuk mengamankan pelaku," ungkap Iman.
Tembakan tersebut pun mengakibatkan seorang warga yang ikut mengejar mengalami luka pada bagian kaki. Sementara, para pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan massa usai mengancam menggunakan senjata api.
Atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan dengan Pasal 479 KUHP dan atau Pasal 468 KUHP dan terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Kini, kedua pelaku ditahan di Subdit Umum Jatanras Polda Metro Jaya.




