Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemerintah komitmen perkuat kualitas pendidikan dengan konsep terintegrasi

Pemerintah komitmen perkuat kualitas pendidikan dengan konsep terintegrasi
X

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (29/1/2029)

Pemerintah mematangkan konsep Sekolah Terintegrasi melalui Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (29/1/2029).

Menko PMK menegaskan bahwa Sekolah Terintegrasi menjadi solusi strategis atas dua persoalan mendasar pada pendidikan nasional, yakni ketimpangan mutu antarwilayah dan rendahnya capaian kualitas sekolah di banyak daerah.

“Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan berkualitas. Ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi transformasi tata kelola pendidikan agar setiap anak, dimana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu,” ujar Pratikno saat membuka RTM.

Sekolah Terintegrasi direncanakan akan ada 1 (satu) di setiap kecamatan, bersifat inklusif, dan bebas dari pungutan biaya, guna menjangkau anak-anak usia sekolah secara luas dan merata.

Dijelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Konsep ini memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang utuh, terarah, dan konsisten sejak usia dini hingga pendidikan menengah, didukung sarana dan prasarana modern serta kurikulum holistik yang mengombinasikan kurikulum nasional dan pengayaan global.

Menambahkan sasaran utama Sekolah Terintegrasi bersifat inklusif, dengan fokus pada peserta didik dari keluarga desil menengah, tanpa menutup peluang bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program lain. Sekolah Terintegrasi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan sekaligus mendorong mobilitas sosial melalui pendidikan.

Sekolah Terintegrasi akan dirancang terintegrasi dengan fasilitas vokasi dan pelatihan yang relevan dengan karakter wilayahnya. Jika berada di wilayah pesisir, maka akan terintegrasi dengan vokasi perikanan, sedangkan, di wilayah daratan terintegrasi dengan vokasi pertanian, peternakan, maupun perkebunan.

Sri Lestari/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire