Pemkab Banyuasin dirikan SPBU khusus alsintan

Alat mesin pertanian memudahkan petani mengolah lahan dan panen. ANTARA/Yudi Abdullah
Alat mesin pertanian memudahkan petani mengolah lahan dan panen. ANTARA/Yudi Abdullah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Januari 2026 mulai melakukan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus alat mesin pertanian (alsintan).
"Pembangunan SPBU khusus itu merupakan sinergisitas antara pemerintah daerah dan pusat (Kementan) untuk mengatasi persoalan mendasar petani di kabupaten ini," kata Bupati Banyuasin Askolani di Pangkalan Balai, Sumsel, Senin.
Lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan SPBU khusus alsintan itu yakni di wilayah Kecamatan Muara Telang.
"Pembangunan SPBU khusus alsintan itu diharapkan berjalan sesuai rencana dan menjadi yang pertama di Indonesia," ujar dia.
Menurut dia, pembangunan SPBU khusus itu bukan sekadar proyek, melainkan solusi nyata bagi petani yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk mengoperasikan alsintan modern multi fungsi seperti combine harvester, yang menggabungkan tiga proses panen utama yakni memotong, merontokkan dan membersihkan.
Keberadaan SPBU khusus itu, menurut dia, akan menjadi jawaban atas kebutuhan petani, dengan harga BBM normal, mereka bisa bekerja lebih efisien dan meningkatkan produksi.
Berbagai upaya yang dapat mendorong petani meningkatkan produksi akan terus dilakukan untuk memantapkan posisi Kabupaten Banyuasin sebagai daerah penyumbang produksi beras nomor satu nasional, kata Bupati Askolani menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Banyuasin Sarif mengatakan sepanjang 2025, kabupaten itu berhasil memproduksi 674.918 ton beras.
Produksi beras tersebut merupakan produksi tertinggi nomor satu nasional, menggeser posisi Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi kabupaten dengan produksi tertinggi nomor dua di Indonesia.
Dengan dukungan SPBU khusus alsintan, petani dapat dengan mudah mendapatkan bahan bakar minyak untuk peralatan kerja mengoptimalkan produksi lahannya, kata Sarif.




