Pemkab Bekasi koordinasi jalan rusak ke Pemprov Jabar

Kondisi jalan rusak di Ruas KH. Raden Ma'mun Nawawi pada titik Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Sabtu.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Kondisi jalan rusak di Ruas KH. Raden Ma'mun Nawawi pada titik Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Sabtu.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menjalin koordinasi terkait kondisi jalan rusak pada Ruas Ma'mun Nawawi atau sebelumnya bernama Cikarang-Cibarusah kepada Pemprov Jawa Barat mengingat status jalan tersebut merupakan jalan provinsi.
"Saya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bekasi," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Sabtu.
Hal itu diungkapkan Asep sebagai tanggapan atas keluhan sejumlah elemen masyarakat terkait kondisi Jalan KH Raden Ma'mun Nawawi yang mengalami kerusakan di sejumlah titik hingga mengganggu mobilitas serta aktivitas masyarakat.
"Karena tidak mungkin kan kalau kita semua yang perbaiki, orang kita sekarang juga lagi butuh anggaran. Jadi kita komunikasikan dengan Bappeda Provinsi," ujarnya.
Dirinya berharap perbaikan jalan itu dapat segera direalisasikan demi kenyamanan bersama, terlebih Ruas Jalan KH. Raden Ma'mun Nawawi merupakan urat nadi perekonomian sekaligus jalur lintas kawasan industri dengan tingkat volume lalu lintas yang relatif tinggi.
Camat Cikarang Selatan Muhammad Said mengaku banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan KH Raden Ma'mun Nawawi namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan kewenangan yang dimiliki.
"Kami dari pihak kecamatan tentu menaruh perhatian besar terhadap masalah ini. Kami berharap pemerintah provinsi segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini. Yang harus dipahami bahwa kewenangan perbaikan ada di tingkat provinsi," katanya.
Dia menyebut ruas alternatif penghubung Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor sepanjang 21 kilometer itu mengalami kerusakan pada sejumlah titik. Kerusakan semakin parah ketika hujan. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama namun hingga kini belum mendapatkan penanganan pihak terkait.
Kerusakan jalan tersebut memaksa pengendara untuk memperlambat laju kendaraan, terutama di pertigaan Pasir Randu, Desa Sukasari yang menjadi titik terparah selain Desa Sukaragam tepatnya sebelum lintasan Tol Jakarta-Cikampek Selatan.
"Akibatnya, ruas jalan ini kerap menjadi simpul kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Tidak hanya itu, sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan karena tergelincir di jalan yang bergelombang dan licin saat hujan turun," jelasnya.
Selain kerusakan jalan, keberadaan kabel provider internet yang putus dan dibiarkan menjuntai ke bawah hingga lubang bekas galian yang tak ditutup kembali turut memperparah kondisi jalan.
Kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kumuh, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pengendara dan warga sekitar.




