Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemkot Lebak minta warga antisipasi diare dan ISPA saat kemarau

Pemkot Lebak minta warga antisipasi diare dan ISPA saat kemarau
X

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah. ANTARA/Mansur

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring kemarau ekstrem atau Godzilla El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami berharap masyarakat membiasakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk mencegah berbagai penyakit menular menghadapi cuaca kemarau ekstrem ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Nining Tilawah di Lebak, Minggu.

Peringatan kewaspadaan tersebut, kata dia, karena musim kemarau ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai penyakit menular seperti diare akibat sumber air bersih semakin berkurang, sehingga warga menggunakan air yang tak higienis.

Menurutnya, potensi penyakit diare merata hampir pada semua kecamatan di Lebak.

Ia mengatakan masih banyak ditemukan masyarakat tidak memiliki sanitasi yang layak sehingga kebiasaan Buang Air Besar (BAB) sembarangan tinggi. "Kebiasaan perilaku buruk itu dapat menyebarkan penyakit diare," katanya.

Selain itu kemarau bisa menimbulkan gejala ISPA, seperti hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, bernapas cepat atau kesulitan napas dan warna kebiruan pada kulit akibat kekurangan oksigen.

"Penularan penyakit tersebut tentu membahayakan dan bisa mematikan jika tidak segera mendapatkan penanganan medis," katanya.

Oleh karena itu PHBS dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih sangat penting mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Selain itu juga menjaga daya tubuh yang baik dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan sayuran serta buah-buahan juga banyak istirahat.

"Kami meyakini jika PHBS menjadi budaya hidup, juga mengonsumsi makanan yang bergizi akan terhindar dari penyebaran diare dan ISPA," kata Nining.

Untuk itu pihaknya menginstruksikan seluruh petugas puskesmas di 28 kecamatan mengoptimalkan sosialisasi kebiasaan hidup kesehatan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing, termasuk soal PHBS dan kebersihan lingkungan.

Selain itu air minum dimasak matang, sebelum makan terlebih dahulu mencuci tangan, serta tidak merokok serta minuman keras dan tidak begadang.

Selama ini, kata dia, pola hidup sehat dinilai lebih efektif untuk mencegah penyebaran penyakit musim kemarau.

"Kami menginstruksikan petugas medis puskesmas agar mewaspadai penyakit menular menghadapi musim kemarau ekstrem," kata Nining.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire