Pemkot Palangka Raya hentikan sementara operasional THM saat Ramadhan

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. ANTARA/Rendhik Andika
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. ANTARA/Rendhik Andika
Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), menghentikan sementara operasional tempat hiburan malam (THM) selama Ramadhan 1447 Hijriah.
"Untuk usaha karaoke, cafe, coffee shop, permainan billyard, restoran, rumah makan, warung makan, dan kedai makan minum, dilarang menjual minuman beralkohol selama bulan puasa," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Senin.
Dia menerangkan penghentian sementara operasional tempat hiburan malam ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 500.13/0165/DPKKO-Par/II/2026 tentang Pengaturan Usaha Hiburan, Cafe, Coffee Shop, Restoran/Rumah Makan/Warung Makan dan Kedai Makan Minum Selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M.
Fairid menerangkan kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka menyambut dan menjaga suasana pelaksanaan ibadah puasa berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palangka Raya Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat.
Adapun surat edaran tersebut meminta seluruh pelaku usaha untuk selalu menjaga suasana kondusif dengan memelihara toleransi, kerukunan, dan ketertiban umum di lingkungan masing-masing.
Dalam edaran ini juga ditetapkan bahwa beberapa jenis kegiatan hiburan malam seperti karaoke, permainan billyard dan tempat hiburan sejenisnya wajib ditutup pada satu hari di awal bulan Ramadhan, serta tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (H-3) sampai dengan dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri (H+2).
Semua tempat hiburan juga diwajibkan mematuhi jam operasional mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB, atau sesuai ketentuan tambahan yang ditetapkan berdasarkan jenis usaha dan kondisi masyarakat.
Sedangkan untuk tempat permainan ketangkasan, jam operasional selama Ramadan diatur mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, kemudian dibuka kembali pada pukul 21.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB, atau sesuai ketentuan yang ditetapkan lebih lanjut.
Sementara itu teruntuk pengusaha cafe, coffee shop, restoran, rumah makan, warung makan, dan kedai makan minum diminta untuk tidak membuka usaha secara terbuka dan dianjurkan melakukan kegiatan secara tertutup atau terbatas.
Surat edaran ini juga melarang seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk memperjualbelikan dan membunyikan semua jenis petasan, termasuk meriam bambu, kembang api, dan jenis lain yang memiliki daya ledak di udara.
Bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan kegiatan hiburan yang mendatangkan jumlah besar massa selama bulan Ramadan, wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkait.
“Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan dalam surat edaran ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024. Sanksi yang dapat diberikan mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana berupa kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000,” kata Fairid.




