90 Personel amankan pemulangan jenazah Prajurit TNI
Polisi siagakan 90 personel amankan kedatangan jenazah prajurit TNI dari Lebanon di Bandara Soetta.

Elshinta/ Antara
Elshinta/ Antara
Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta, Polda Metro Jaya, mengerahkan sebanyak 90 personel gabungan untuk mengamankan proses pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon selatan.
Kepala Polresta Bandara Soetta, Komisaris Besar Polisi Wisnu Wardana, mengatakan bahwa personel tersebut terdiri dari unsur Polri, Aviation Security (Avsec), serta TNI.
“Sebanyak 90 personel gabungan disiapkan untuk pengamanan kedatangan tiga jenazah prajurit TNI dari Lebanon,” ujarnya di Tangerang, Sabtu (4/4/2026).
Pengamanan di Titik Strategis Bandara
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis, mulai dari area kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jalur lalu lintas menuju Terminal 3, hingga lokasi upacara penghormatan di Terminal VVIP.
Wisnu menjelaskan, jika Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam prosesi tersebut, maka pengamanan utama akan dipimpin oleh TNI, sementara pihak kepolisian bertugas memberikan dukungan di lapangan.
Ia juga memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan bandara tetap aman dan kondusif.
Jadwal Kedatangan dan Prosesi Penghormatan
Tiga jenazah prajurit TNI diberangkatkan dari Istanbul, Turki, menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.35 WIB.
Setibanya di Indonesia, jenazah akan disambut melalui upacara militer di Terminal 3 VVIP sebagai bentuk penghormatan terakhir. Prosesi ini rencananya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia
Ketiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Mereka gugur akibat serangan artileri di sekitar wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.
Sebelumnya, pihak UNIFIL telah menggelar upacara penghormatan terakhir di Hanggar Lebanese Air Force Beirut yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Diodato Abagnara. Upacara tersebut juga dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia, militer Lebanon, serta kontingen internasional.
Pengorbanan para prajurit ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjaga stabilitas dan keamanan dunia.




